IKNPOS.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan arahan khusus kepada warga Muhammadiyah di Bali terkait pelaksanaan malam Idul Fitri 1447 Hijriah. Mengingat momen tersebut bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, warga diimbau untuk tidak menyelenggarakan takbir keliling.
Pernyataan ini disampaikan Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, pada hari Senin 16 Maret 2026. Dia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di Pulau Dewata.
“Khusus warga Muhammadiyah dan takmir-takmir masjid Muhammadiyah di Bali, atas nama ‘tasamuh’ atau toleransi untuk tidak melakukan takbir keliling atau takbir yang menggunakan pengeras suara,” ujar Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, Senin.
Sebagai alternatif, Haedar menyarankan agar warga Muhammadiyah di Bali melaksanakan ibadah takbiran di kediaman masing-masing pada Lebaran tahun ini.
Terkait pelaksanaan salat Idul Fitri, dia tetap menganjurkan penggunaan lapangan terbuka jika kondisi memungkinkan.
Namun, apabila terdapat kendala, ibadah tersebut dapat dialihkan ke masjid atau lokasi lain yang memadai.
Selain itu, Haedar menyinggung mengenai potensi perbedaan dalam penentuan waktu Idul Fitri 1447 Hijriah. Beliau berpesan agar seluruh pihak tetap mengedepankan sikap saling menghormati dalam menyikapi perbedaan tersebut.
“Pada substansinya, mari Idul Fitri ini, baik dalam kesamaan maupun perbedaan, kita jadikan momentum untuk menggali dan mengimplementasikan sumber-sumber pencerahan agama bagi kehidupan kita, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa, bernegara, hingga kehidupan global,” ujarnya.