Home News Perang Memasuki Pekan Ketiga: Iran Ancam Gempur Pelabuhan UEA dan Blokade Selat Hormuz
News

Perang Memasuki Pekan Ketiga: Iran Ancam Gempur Pelabuhan UEA dan Blokade Selat Hormuz

Share
Iran Ancam Serang Pelabuhan UEA
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim militer Amerika Serikat menggunakan pelabuhan dan dermaga di UEA, termasuk lokasi di dekat Dubai, untuk menyerang Pulau Kharg dan Pulau Abu Musa.Foto:IG
Share

IKNPOS.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru memasuki pekan ketiga perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Teheran secara resmi menginstruksikan warga sipil untuk mengevakuasi tiga pelabuhan utama di Uni Emirat Arab (UEA), menyusul tudingan bahwa wilayah tersebut menjadi titik peluncuran serangan AS ke instalasi minyak Iran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim militer Amerika Serikat menggunakan pelabuhan dan dermaga di UEA, termasuk lokasi di dekat Dubai, untuk menyerang Pulau Kharg dan Pulau Abu Musa. Meski AS belum memberikan respons resmi, Iran menegaskan haknya untuk melakukan serangan balasan terhadap aset ekonomi yang dianggap membantu pasukan penyerang.

“Kami memperingatkan warga untuk menjauhi area yang menjadi lokasi persembunyian pasukan AS. Kami tetap berupaya hati-hati agar tidak menyerang kawasan padat penduduk,” ujar Araghchi, Sabtu 14 Maret 2026.

Ancaman Serius pada Jalur Energi Global

Ketegangan ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Presiden AS, Donald Trump, mengklaim pihaknya telah melumpuhkan situs militer di Pulau Kharg dan mengancam akan menyasar infrastruktur minyak jika Teheran terus mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran menyatakan telah menutup Selat Hormuz bagi negara penyerang dan sekutunya. Selat ini merupakan jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dunia. Menanggapi situasi tersebut, Trump mendesak negara-negara besar seperti China, Jepang, dan Inggris untuk mengirimkan kapal perang guna menjaga keamanan jalur pelayaran internasional tersebut.

Pengerahan Pasukan dan Insiden Kedutaan

Di tengah memanasnya situasi, Amerika Serikat terus mempertebal kekuatan militer mereka. Sebanyak 2.500 marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 bersama kapal serbu amfibi USS Tripoli segera bergabung ke kawasan Teluk. Pengerahan ini tercatat sebagai penumpukan kekuatan tempur laut dan udara terbesar Amerika dalam beberapa dekade terakhir.

Share
Related Articles
News

Bus AKAP Hantam Mobil Pemudik di Tol Trans Jawa KM 304, Arus Kendaraan Sempat Macet

IKNPOS ID -   Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Trans...

News

Cerita Mudik Lebaran 2026: Perjalanan Jakarta ke Boyolali Diwarnai Tiga Kecelakaan di Jalan Tol

IKNPOS. ID — Arus mudik Lebaran 2026 mulai memadati sejumlah ruas jalan...

Mobil Dinas Gubernur Kaltim Dikembalikan
News

Mobil Dinas Mewah Gubernur Kaltim Resmi Dikembalikan, Harga dan Pajaknya Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) akhirnya resmi mengembalikan unit...

Tim Gabungan antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di 2 lokasi terkait aduan adanya pemberangkatan pekerja migran Indonesia secara nonprosedural
News

Jelang Mudik Lebaran 2026, KP2MI Siagakan Layanan Kepulangan Pekerja Migran di Bandara hingga Perbatasan

KP2MI) menyiapkan layanan khusus di sejumlah titik kedatangan untuk mengantisipasi arus kepulangan...