IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyiapkan anggaran sebesar Rp10,5 miliar untuk mendukung operasional Tim Ahli Gubernur pada tahun anggaran 2026.
Anggaran tersebut dialokasikan guna menunjang kerja tim yang bertugas memberikan masukan strategis bagi kepala daerah dalam menjalankan program pembangunan.
Berdasarkan dokumen Rincian Anggaran Belanja Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) Tahun Anggaran 2026, dana tersebut terbagi menjadi dua komponen utama, yakni honorarium tim ahli dan biaya perjalanan dinas.
Total sekitar Rp8,34 miliar dialokasikan untuk pembayaran honorarium Tim Ahli Strategis Percepatan Pembangunan periode 2025–2030.
Sementara itu, sekitar Rp2,9 miliar disiapkan untuk mendukung kegiatan perjalanan dinas tim selama masa kerja.
Keberadaan tim ahli ini diharapkan mampu membantu pemerintah provinsi dalam merumuskan kebijakan strategis, terutama yang berkaitan dengan percepatan pembangunan daerah.
Rincian Honor Tim Ahli Gubernur Kaltim
Dalam dokumen anggaran tersebut, terdapat sejumlah posisi dalam struktur tim ahli yang masing-masing memiliki besaran honor berbeda. Skema pembayaran dilakukan per orang per bulan selama sembilan bulan masa kerja.
Berikut rincian honorarium yang dialokasikan:
1. Ketua Tim
Posisi ketua tim diisi oleh satu orang dengan honor sebesar Rp40 juta per bulan. Jika dihitung selama sembilan bulan masa kerja, total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp360 juta.
2. Wakil Ketua Tim
Terdapat dua orang wakil ketua yang masing-masing menerima honor Rp35 juta per bulan. Dengan durasi kerja sembilan bulan, total anggaran untuk posisi ini mencapai sekitar Rp630 juta.
3. Koordinator Bidang atau Divisi
Pemprov Kaltim juga menyiapkan empat posisi koordinator bidang/divisi yang memperoleh honor Rp30 juta per bulan.
Jika dihitung selama sembilan bulan, total anggaran untuk empat koordinator ini mencapai sekitar Rp1,08 miliar.
4. Anggota Bidang atau Divisi
Sebanyak 11 anggota tim bertugas dalam berbagai bidang atau divisi. Masing-masing mendapatkan honor Rp20 juta per bulan.
Dengan masa kerja sembilan bulan, total anggaran untuk posisi ini mencapai sekitar Rp1,98 miliar.