Home Borneo Panglima Jilah Datangi Rumah Jokowi di Solo, Tagih Janji Pembangunan Dayak Center di IKN
Borneo

Panglima Jilah Datangi Rumah Jokowi di Solo, Tagih Janji Pembangunan Dayak Center di IKN

Share
Tokoh adat Dayak sekaligus Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, bertemu dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo
Share

Jokowi Disebut Mendukung Penuh

Panglima Jilah menyebut bahwa Jokowi sangat mendukung rencana pembangunan Dayak Center di kawasan IKN.

Menurutnya, gagasan tersebut bahkan muncul dari komitmen Jokowi sendiri yang ingin memastikan masyarakat adat Dayak memiliki ruang representasi di ibu kota baru.

“Beliau sangat mendukung, karena beliau juga yang berjanji dengan kita bahwa Dayak Center itu harus ada di IKN,” kata Panglima Jilah.

IKN sendiri dibangun di wilayah Kalimantan Timur, yang merupakan salah satu daerah dengan populasi masyarakat Dayak yang cukup besar.

Karena itu, keberadaan Dayak Center dinilai penting untuk memastikan budaya lokal tetap menjadi bagian dari identitas kota baru Indonesia.

Siapa Panglima Jilah?

Panglima Jilah memiliki nama asli Agustinus Jilah, dan juga dikenal dengan nama Pangalangok Jilah.

Ia merupakan salah satu tokoh yang cukup berpengaruh dalam komunitas masyarakat Dayak di Kalimantan.

Panglima Jilah lahir pada 19 Agustus 1980 di Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Perjalanan hidupnya dikenal penuh perjuangan hingga akhirnya menjadi sosok yang dihormati oleh masyarakat Dayak.

Warisan Kepemimpinan dari Leluhur

Panglima Jilah berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang kuat dalam tradisi kepemimpinan masyarakat Dayak.

Ia merupakan cucu dari seorang panglima yang pernah memiliki pengaruh besar pada masa kejayaan kerajaan Dayak di masa lampau.

Warisan kepemimpinan tersebut membuat Panglima Jilah dikenal sebagai tokoh yang berdiri di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, terutama terkait tanah leluhur dan budaya tradisional.

Masa Kecil yang Penuh Tantangan

Perjalanan hidup Panglima Jilah tidak selalu berjalan mulus.

Sejak kecil, ia diketahui memiliki kondisi fisik yang membuatnya berbeda dari anak-anak lain.

Ia mengalami beberapa keterbatasan seperti kesulitan berbicara atau gagap, serta kondisi fisik tertentu yang membuatnya kerap dipandang berbeda.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah.

Dengan tekad kuat dan semangat juang yang tinggi, Panglima Jilah mampu mengatasi berbagai hambatan hingga akhirnya tumbuh menjadi sosok pemimpin yang disegani.

Share
Related Articles
Tuntutan Mundur Gubernur Rudy Mas’ud
Borneo

Ketika Gelombang Desakan Mundur untuk Rudy Masud Melecut Akuntabilitas Publik di Kaltim

IKNPOS.ID – Atmosfer politik di Kalimantan Timur memanas setelah Aliansi Rakyat Kaltim...

Borneo

Percepatan Pembangunan IKN Dinilai Kunci Kelancaran Pemindahan Pemerintahan

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan bahwa percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara...

Borneo

Potensi Perikanan Tangkap Penajam Paser Utara Dukung Kebutuhan IKN

Kabupaten Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur memiliki potensi besar pada...