Sebelumnya, dalam kegiatan buka puasa bersama BI Kaltim dengan insan pers, Bayuadi juga menyebutkan bahwa faktor lain yang berpotensi mendongkrak perekonomian Kaltim tahun ini adalah membaiknya harga tandan buah segar (TBS) pada awal 2026. Kondisi tersebut diperkirakan dapat mendorong peningkatan produksi TBS, yang turut didukung oleh cuaca yang kondusif serta kuatnya permintaan domestik untuk program B40.
“Ekspor berbagai produk industri pengolahan kini lebih tinggi dari prakiraan, seiring kemunculan berbagai pabrik/ industri baru (seperti smelter baru) yang turut mengekspor produknya juga turut mendorong ekspor Kaltim,” kata Bayuadi.