IKNPOS.ID – Balapan sprint MotoGP di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, menghadirkan drama besar di lap-lap akhir. Pebalap Ducati, Marc Marquez, harus merelakan kemenangan setelah dijatuhi penalti akibat insiden kontak dengan Pedro Acosta.
Marquez awalnya berada di posisi terdepan setelah Marco Bezzecchi terjatuh pada lap kedua. Sebagai juara dunia bertahan, ia berusaha mengendalikan tempo lomba dan menjaga jarak dari tekanan Acosta yang terus menempel ketat sepanjang balapan.
Acosta berulang kali mencoba melakukan pengereman terlambat di tikungan terakhir. Setiap percobaan itu berhasil ditutup oleh Marquez. Namun kesalahan kecil di Tikungan 5 pada lap penultimate membuka peluang bagi pebalap KTM tersebut untuk merebut posisi terdepan.
Situasi kemudian berbalik di tikungan terakhir. Marquez melancarkan serangan balasan dengan manuver block pass yang memicu kontak ringan. Acosta melebar hingga melewati kerb sebelum kembali ke lintasan, sementara Marquez tetap berada di jalur balap.
Marquez: Kami Harus Mengikuti Aturan
Stewards dari Fédération Internationale de Motocyclisme memutuskan bahwa Marquez menyebabkan kontak, sehingga ia dikenai hukuman turun satu posisi. Sang pebalap pun mengalah di tikungan terakhir dan membiarkan Acosta finis di depan.
Dalam wawancaranya usai balapan, Marquez menyatakan menerima keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa para pebalap kini berada dalam fase regulasi yang lebih ketat.
Ia mengatakan bahwa pertarungan itu berjalan menarik dan masih dalam kendali karena dirinya mencoba mengatur kecepatan lomba. Ketika melihat Bezzecchi terjatuh, ia memilih memperlambat tempo untuk mengontrol balapan dan merencanakan dorongan pada dua lap terakhir. Namun kesalahan di Tikungan 5 menjadi titik balik.
Tentang manuver terakhirnya, Marquez menegaskan bahwa aturan baru memang seperti itu dan para pebalap harus beradaptasi. Ia mengaku menerima notifikasi penalti di dashboard dan langsung menurunkan posisi. Baginya, sembilan poin tetap penting karena masih ada balapan berikutnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ia tidak ingin memperpanjang polemik, melainkan menyesuaikan diri dengan interpretasi regulasi yang kini diterapkan lebih tegas.







