Home News China Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Langgar Garis Merah dan Hukum Internasional
News

China Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Langgar Garis Merah dan Hukum Internasional

Share
Warga Iran berkumpul di Jalanan Kota Teheran pada Minggu, 1 Maret 2026 dalam peringatan duka atas wafatnya Khamenei-Atta Kenare/AFP-
Share

Pada Senin (2/3), Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya agar segera meninggalkan kawasan Timur Tengah karena adanya risiko keselamatan serius. Sejumlah negara yang masuk dalam kategori berisiko tinggi antara lain Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat dan Gaza, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yaman.

Mao Ning kembali menekankan bahwa eskalasi militer yang dilakukan AS dan Israel telah memperluas ketegangan ke berbagai negara di kawasan.

“Serangan militer terang-terangan terhadap Iran yang dilancarkan oleh AS dan Israel telah meningkatkan ketegangan regional dan meluas ke negara-negara lain di kawasan tersebut. China sangat prihatin akan hal itu,” kata Mao Ning.

Ia menegaskan kembali posisi China terkait pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan Teluk.

“China mendesak semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah penyebaran konflik lebih lanjut. China siap bekerja sama dengan negara-negara regional dan komunitas internasional untuk mempromosikan perdamaian, menghentikan konflik, dan secara aktif berupaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut,” ungkap Mao Ning.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui bahwa langkah militer terhadap Iran dilakukan sebagai bentuk antisipasi.

“Kami tahu bahwa jika Iran diserang, dan kami yakin itu akan terjadi, mereka akan segera menyerang kami, dan kami tidak akan hanya diam dan menerima serangan sebelum kami merespons,” ucap dia.

Namun, laporan media menyebut pejabat Pentagon dalam pengarahan tertutup kepada staf Kongres pada Minggu menyatakan tidak ada informasi intelijen yang menunjukkan Iran berencana menyerang pasukan AS lebih dulu.

Sebelumnya, Israel mengumumkan telah melancarkan serangan yang disebut sebagai aksi “preemptif” terhadap Iran pada Sabtu (28/2) dini hari waktu setempat dengan sandi “Operation Lion’s Roar”. Pemerintah Israel juga menetapkan status darurat “khusus dan segera” di seluruh negeri.

Share
Related Articles
News

1.700 Personel Disiagakan Amankan Aksi 21 April di Samarinda

IKNPOS.ID - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menyiapkan pengamanan besar untuk mengawal aksi...