Catatan Dahlan Iskan

Bom Suci

Share
Bom Suci
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--
Share

Sejak bom 80 ton itu kekuataan Hisbullah redup. Apalagi sebelum itu pimpinan yang levelnya di bawah Nasrullah juga dimatikan dengan cara yang sama: dikirimi bom dari jarak jauh. Tewas semua. Ups, itu bukan bom jarak jauh. Lebanon adalah tetangga dekat Israel.

Yang diluncurkan ke Iran itu barulah bom jarak jauh.

Sebelum Hisbullah dilumpuhkan, Houti di Yaman juga sudah tidak terlalu kuat lagi. Terakhir yang dilemahkan adalah Hamas. Pimpinannya diledakkan jarak dekat. Basisnya di Gaza dihancurkan total.

Maka Iran sudah seperti pohon yang cabang dan rantingnya dikepras semua. Memang ada ranting baru yang akan besar yang sedang tumbuh: di Iraq. Maka sebelum ranting baru itu besar pohonnya harus ditebang dulu: Iran.

Pohonnya pun sudah dibuang sebagian akarnya. Bom kiriman Amerika menjelang subuh tahun lalu menghancurkan fasilitas nuklir Iran.

Itulah sebabnya Israel tidak mau lagi menunggu Amerika. Israel akan melakukannya sendiri. Kalau sukses, Amerika rugi. Tidak dapat nama. Khususnya Trump.

Trump sedang perlu-perlunya nama. Ia menghadapi pemilu legislatif yang kritis. Partai Republik diramalkan kalah. Kalau Partai Demokrat sampai menguasai mayoritas parlemen, Trump pasti di-impeach! Trump jatuh.

Yang kedua, komite di parlemen sedang menyiapkan pemanggilan untuk Trump. Ia harus datang bersaksi di parlemen: soal skandal seks dengan perdagangan anak. Trump ada di daftar itu.

Israel sangat yakin tibalah waktunya menghancurkan Iran. Apalagi di Sabtu pagi lalu didapat info A-1 bahwa posisi Khamenei sedang di kediamannya.

Mungkin Khamenei dan penasihatnya yakin Israel tidak menyerang di hari Sabtu: hari suci. Apalagi biasanya serangan dilakukan menjelang subuh. Bukan jam 10 pagi seperti itu.

Israel tidak peduli lagi hari suci. Mungkin tidak ada lagi waktu terbaik selain Sabtu jam 10 pagi itu: buuuuummm! Teheran berasap besar yang membumbung tinggi. Khamenei tewas. Iran tidak ikut Tewas. (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Petir Ngambek
Catatan Dahlan Iskan

Petir Ngambek

Oleh: Dahlan Iskan Siapa yang bilang ngambek itu tidak penting? Ngambek itu...

Petir India
Catatan Dahlan Iskan

Petir India

Oleh: Dahlan Iskan Hujan memang masih turun dari langit, tapi petirnya datang...

WNI WNI
Catatan Dahlan Iskan

WNI WNI

Oleh: Dahlan Iskan Saya yakin Dwi Sasetyaningtyas tetap cinta Indonesia –setidaknya dalam...

Kolegium MK
Catatan Dahlan Iskan

Kolegium MK

Oleh: Dahlan Iskan "Saya tidak mempersoalkan menteri kesehatan. Yang saya lawan UU-nya,"...