Home News Tarif Global 15 Persen Trump Guncang Perdagangan, Konsumen AS Terancam Tanggung Beban
News

Tarif Global 15 Persen Trump Guncang Perdagangan, Konsumen AS Terancam Tanggung Beban

Share
Trump, Image: Owantana / Pixabay
Share

Konsumen dan Inflasi: Efek Berantai yang Tak Terhindarkan

Dalam sistem perdagangan modern, tarif jarang berhenti pada importir. Penelitian dari The Budget Lab at Yale menunjukkan bahwa sebagian besar biaya tarif sebelumnya telah dialihkan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Jika pola ini berlanjut, tarif 15 persen berpotensi menambah tekanan inflasi di Amerika Serikat.

Kendaraan, produk elektronik, dan sejumlah bahan pangan impor bisa mengalami kenaikan harga. Dalam situasi ekonomi yang masih sensitif terhadap inflasi, kenaikan biaya ini berisiko mengurangi daya beli rumah tangga.

Selain itu, ketidakpastian mendorong sebagian eksportir untuk mempertimbangkan pengalihan pasar. Jika perusahaan memilih memprioritaskan Eropa atau kawasan Indo-Pasifik, konsumen Amerika dapat menghadapi pilihan produk yang lebih terbatas.

Bayang-Bayang Gugatan dan Potensi Refund

Putusan Mahkamah Agung membuka peluang bagi perusahaan untuk menuntut pengembalian tarif yang telah dibayarkan sebelumnya. Nilainya diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar. Namun proses hukum kemungkinan panjang dan kompleks, dengan pertanyaan mengenai siapa yang berhak menerima refund serta bagaimana mekanismenya.

Sejumlah analis memperkirakan pemerintah dapat menggunakan instrumen hukum lain untuk meminimalkan kewajiban pengembalian dana dalam skala besar. Situasi ini memperpanjang ketidakpastian dan menciptakan risiko hukum tambahan bagi perusahaan.

Ancaman Tarif Sektoral pada 2026

Kekhawatiran tidak berhenti pada tarif global. Pemerintahan sebelumnya telah menggunakan Pasal 232 dari Trade Expansion Act 1962 untuk memberlakukan tarif sektoral pada baja, aluminium, dan kendaraan. Investigasi kini mencakup farmasi, semikonduktor, mineral kritis, dan industri pesawat.

Jika tarif sektoral tersebut diperluas pada 2026, dampaknya bisa meluas ke rantai pasok global. Industri yang bergantung pada komponen impor akan menghadapi biaya produksi lebih tinggi, yang pada akhirnya kembali membebani konsumen.

Share
Related Articles
Mantan Presiden Korsel Divonis Seumur Hidup, Ini Dosanya
News

Mantan Presiden Korsel Divonis Seumur Hidup, Ini Dosanya

IKNPOS.ID - Mantan Presiden Yoon Suk Yeol dijatuhi hukuman penjara seumur hidup...

News

Seskab Tegaskan Produk AS Tetap Wajib Penuhi Sertifikasi Halal dan Standar Nasional

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah kabar yang menyebut produk asal Amerika...

News

Komisi IX DPR Minta THR Dibayar Dua Pekan Sebelum Idul Fitri, Pelanggar Harus Disanksi

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menegaskan agar pembayaran Tunjangan Hari...

Menlu RI Sugiono.
News

Sugiono–Marco Rubio Bahas Penguatan Kemitraan Strategis RI–AS

Menlu RI Sugiono menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat...