IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan proyek ambisius pembangunan kawasan tepi sungai (waterfront) di Kota Samarinda dengan nilai investasi fantastis, diperkirakan mencapai Rp1,7 triliun. Kawasan ini digadang-gadang menjadi ikon baru kota, sekaligus pusat ekonomi, wisata, dan ruang publik modern bagi masyarakat.
Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengungkapkan bahwa kawasan yang akan dikembangkan berada di antara Selili hingga Jembatan Mahkota II. Di lokasi tersebut, pemerintah merancang pusat keramaian baru lengkap dengan amphitheater, ruang terbuka publik, serta berbagai fasilitas penunjang aktivitas masyarakat.
“Di kawasan antara Selili dan Jembatan Mahkota II akan dibangun pusat aktivitas baru dengan amphitheater dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Firnanda di Samarinda, Minggu.
Firnanda menegaskan, dari sisi teknis, proyek ini siap dieksekusi. Seluruh tahapan perencanaan awal, mulai dari studi kelayakan (feasibility study) hingga Detail Engineering Design (DED), telah diselesaikan secara menyeluruh.
Konsep pengembangan kawasan waterfront ini juga mencakup pembangunan jalan tembus menuju Jembatan Mahkota II, dilengkapi jalur pedestrian yang lebar dan nyaman. Fasilitas tersebut dirancang agar dapat dimanfaatkan warga untuk berolahraga, bersantai, hingga berswafoto, sekaligus mempercantik wajah kota Samarinda.
Namun demikian, realisasi pembangunan fisik proyek raksasa ini masih bergantung pada ketersediaan anggaran. Pemprov Kaltim mengakui harus bersikap realistis di tengah tekanan fiskal daerah serta kebijakan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kami tentu harus memprioritaskan program-program yang paling mendesak untuk dilaksanakan lebih dulu,” kata Firnanda.
Minim Konflik, Dorong Ekonomi Warga
Dari sisi sosial, proyek ini dinilai relatif aman dari potensi konflik. Pasalnya, pembangunan dilakukan di sisi sungai dan tidak memerlukan relokasi permukiman warga.
Sebaliknya, keberadaan kawasan waterfront modern ini diyakini akan membawa dampak ekonomi positif, mulai dari tumbuhnya pusat usaha baru, meningkatnya aktivitas pariwisata, hingga akses jalan besar yang lebih representatif bagi masyarakat sekitar.







