Namun, angka itu hanyalah sebagian kecil. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengonfirmasi bahwa total pesanan mencapai 105.000 unit. Selain Mahindra, Tata Motors juga mendapatkan “durian runtuh” dengan pesanan 35.000 unit pikap 4×4 dan 35.000 unit truk roda enam.
Akankah Nasionalisme Otomotif Menang?
Kini bola panas berada di tangan pemerintah. Publik menanti apakah kalkulasi Presiden Prabowo nantinya akan memihak pada kemandirian industri dalam negeri atau tetap melanjutkan impor massal tersebut. Penundaan ini menjadi momentum bagi industri otomotif lokal untuk membuktikan apakah mereka sanggup menjawab tantangan pengadaan 105 ribu unit armada desa yang saat ini sedang diperebutkan oleh produsen India.
Jika rencana ini batal, maka ini akan menjadi kemenangan besar bagi gerakan bangga buatan Indonesia. Namun jika tetap lanjut, pemerintah harus siap menghadapi kritik soal konsistensi semangat mobil nasional. (*)







