IKNPOS.ID – Rencana pemerintah memboyong 105.000 unit kendaraan dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini memicu tensi tinggi di Senayan. Kebijakan ini dinilai berjalan ke arah yang berlawanan dengan semangat nasionalisme otomotif yang selama ini digelorakan Presiden Prabowo Subianto. Alih-alih memajukan industri dalam negeri, langkah impor masif ini justru memicu tanda tanya besar bagi publik.
Kritik tajam datang dari Wakil Ketua DPR RI, Ahmad Sufmi Dasco. Ia menyoroti adanya kontradiksi nyata antara rencana belanja seratusan ribu unit mobil India tersebut dengan komitmen Presiden yang mewajibkan para menterinya menggunakan mobil nasional, Maung.
“Maung” Buat Pejabat, Mobil India Buat Desa?
Dasco memandang rencana impor ini sebagai langkah yang tidak sinkron dengan kebanggaan Presiden terhadap produk lokal. Menurutnya, publik melihat sebuah anomali ketika di satu sisi pemerintah mendorong penggunaan kendaraan produksi dalam negeri untuk pejabat, namun di sisi lain justru membuka keran impor sangat lebar untuk armada desa.
Apalagi, Presiden Prabowo Subianto dikenal sangat bangga menggunakan kendaraan hasil karya anak bangsa. “Rencana impor seratusan ribu mobil itu kontras atau bertentangan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto. Sebab Presiden sangat bangga menggunakan kendaraan produksi lokal, bahkan seluruh menteri dan pejabat pemerintah diarahkan menggunakan Maung,” sindirnya.
DPR Paksa Pemerintah Tekan Tombol Pause
Melihat polemik yang semakin meruncing, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad langsung mengambil langkah tegas. Ia meminta pemerintah untuk segera membekukan sementara rencana pengadaan tersebut. Dasco menilai kebijakan strategis yang menyangkut anggaran besar dan masa depan industri lokal ini tidak boleh diputuskan tanpa kehadiran Presiden di tanah air.
Dasco menegaskan bahwa kepastian terkait impor ini harus menunggu Presiden Prabowo kembali dari kunjungan kerjanya di luar negeri. Beliau dipastikan akan membedah secara rinci setiap aspek dari rencana tersebut, termasuk memastikan apakah benar-benar tidak ada alternatif dari pabrikan otomotif nasional.
“Saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat Presiden masih di luar negeri. Presiden juga akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri,” tegas Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senin (23/2/2026).
Membongkar Daftar Belanja 105 Ribu Unit ke Mahindra & Tata
Proyek ambisius ini pertama kali tercium saat raksasa otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), mengumumkan kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara pada awal Februari 2026. M&M bersiap mengirimkan 35.000 unit Scorpio Pikup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas di pedesaan Indonesia.







