Home News Petani Kopi Liberika Sekitar IKN Didorong Naik Kelas
News

Petani Kopi Liberika Sekitar IKN Didorong Naik Kelas

Share
Kopi, Image: Deden / Otorita IKN
Share

Pascapanen Jadi Penentu Kualitas dan Nilai Jual

Pelatihan ini dimentori langsung oleh Edi Kuncoro dari P4S Rubath Kopi Jombang, seorang petani kopi sekaligus pengajar yang telah lama berkecimpung dalam pengolahan kopi. Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali pemahaman tentang praktik terbaik mulai dari panen, sortasi, fermentasi, hingga pengemasan dan pemasaran.

Edi Kuncoro menekankan bahwa kualitas kopi sangat ditentukan oleh disiplin dalam setiap tahapan pengolahan. Ia mengingatkan bahwa kesalahan kecil dalam proses pascapanen dapat berdampak besar terhadap cita rasa dan aroma kopi.

“Kualitas kopi ditentukan dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, mulai dari waktu panen, kebersihan saat sortasi, hingga kontrol fermentasi. Jika proses pascapanen dilakukan dengan benar dan konsisten, petani bisa menghasilkan kopi dengan karakter rasa yang stabil dan layak masuk kategori specialty grade, yang tentu memiliki nilai jual jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

Pendekatan ini membuka wawasan baru bagi petani yang selama ini mengandalkan cara-cara tradisional. Standarisasi proses menjadi pintu masuk agar kopi liberika lokal mampu bersaing dengan produk dari daerah lain yang telah lebih dulu mapan.

Cerita Petani dan Harapan Naik Kelas

Bagi para peserta, pelatihan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengalaman belajar yang memberikan perspektif baru. Bagio, petani kopi asal Desa Tengin Baru, mengaku selama ini mengolah kopi berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa memahami standar kualitas yang dibutuhkan pasar.

“Selama ini kami mengolah kopi berdasarkan kebiasaan. Dari pelatihan ini, saya jadi paham tahapan pascapanen yang benar dan bagaimana menjaga kualitas supaya rasa kopinya konsisten. Ini membuka peluang bagi kami untuk menjual kopi dengan harga yang lebih baik,” ujarnya.

Pengakuan tersebut menggambarkan harapan besar petani lokal untuk benar-benar naik kelas, tidak hanya sebagai penghasil bahan mentah, tetapi sebagai produsen kopi berkualitas dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Share
Related Articles
News

Kaltim Genjot Persiapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Menuju UNESCO

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat persiapan kawasan Sangkulirang-Mangkalihat agar...

News

IKN Disorot Tajam! Didik Rachbini dan Dahlan Iskan Bongkar Potensi Pemborosan Ratusan Triliun

IKNPOS.ID - Polemik pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mencuat setelah sejumlah...