IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali mengucurkan bantuan keuangan (bankeu) untuk mendukung pembangunan infrastruktur di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kali ini, Kabupaten Penajam Paser Utara mendapat sokongan anggaran untuk sektor pengairan, dengan total nilai mencapai sekitar Rp20 miliar pada tahun 2026.
Dana tersebut dialokasikan untuk sembilan paket kegiatan proyek pengairan, yang seluruhnya bersumber dari bantuan keuangan Pemprov Kaltim. Dari jumlah itu, tiga paket proyek ditetapkan sebagai Proyek Strategis Daerah (PSD) oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara, Welliam Yunior, mengatakan seluruh dokumen administrasi proyek telah rampung dan siap dieksekusi.
“Semua dokumen pendukung sudah disiapkan. Saat ini kami tinggal menunggu arahan pelaksanaan proyek dari bantuan keuangan pemerintah provinsi,” ujar Welliam, Minggu (1/2/2026).
Tiga Proyek Strategis Sektor Pengairan
Welliam merinci, tiga paket yang masuk kategori Proyek Strategis Daerah meliputi:
- Pembangunan pintu air Gunung Makmur dengan anggaran Rp5,2 miliar
- Pengembangan pengairan wilayah pesisir Sesulu senilai Rp4,6 miliar
- Peningkatan sistem pengairan Babulu Darat dengan dana Rp2,6 miliar
Sementara enam paket proyek lainnya tersebar di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Waru, yang menjadi wilayah prioritas pengembangan infrastruktur pengairan.
Dukungan Penuh Pemprov Kaltim
Dinas PUPR Penajam Paser Utara juga telah melakukan klarifikasi dan koordinasi intensif dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kalimantan Timur guna memastikan kelengkapan dokumen dan kesiapan anggaran.
Selain proyek yang bersumber dari bankeu Pemprov Kaltim, pada tahun 2026 Pemkab Penajam Paser Utara juga mengerjakan 27 paket proyek pengairan yang dibiayai melalui APBD Kabupaten.
Fokus Sungai, Drainase, dan Irigasi
Puluhan paket proyek tersebut mencakup:
- Pengairan sungai
- Sistem pembuangan air dan drainase
- Peningkatan jaringan irigasi
Dua di antaranya akan dilaksanakan melalui skema tender, sementara sisanya dikerjakan secara bertahap sesuai ketentuan teknis.







