Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk melengkapi ekosistem religi di IKN dengan membangun rumah ibadah bagi umat Kristen Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu pada tahap pengembangan selanjutnya.
Prinsip moderasi beragama menjadi fondasi utama agar IKN tumbuh menjadi kota masa depan yang harmonis.
Kepastian operasional fasilitas ibadah ini didapatkan setelah Wamenag melakukan kunjungan kerja langsung pada Kamis (12/2/2026).
Beliau mengawali kunjungan dengan Salat Subuh berjamaah dan memberikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) pertama di Masjid Negara tersebut.
Wamenag menegaskan bahwa seluruh sarana pendukung ibadah. Mulai dari akses air bersih hingga kelistrikan, telah melalui pengecekan ketat.
Dengan semangat kebersamaan ini, IKN diharapkan tidak hanya menjadi pusat administrasi negara. Tetapi juga ruang bagi tumbuhnya persatuan dan toleransi yang kokoh di Indonesia.