Catatan Dahlan Iskan

Makan Susu

Share
Share

Oleh: Dahlan Iskan

FOTO makan siang di Madinah itu saya kirim ke juragan mereka –dengan rasa bangga. Itulah foto anak-anak muda yang berprestasi di Cimory.

Prestasi itulah yang membuat mereka mendapat hadiah umrah. Sepuluh orang. Dari berbagai kota di Indonesia. Secara bergelombang.

Merekalah salah satu yang membuat Cimory terkemuka. Menjadi juara Indonesia. Di bidang minuman yogurt yang anak Anda juga menggemarinya.

Yang dikalahkan Cimory bukan sembarang lawan: produk dari Jepang. Yakult. Yang agresif itu. Pun di bidang yogurt, Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri: lewat Cimory.

Setelah menerima foto dari Madinah itu juragan Cimory kirim balasan: “Iya… kami percaya pendekatan kepada Tuhan adalah awal dari akhlak yang baik… Ini juga menjadi pembekalan buat Miss Cimory,” ujar Bambang Sutantio, pendiri Cimory Group.

Saya terakhir bertemu Bambang di Perth, Australia Barat. Tahun lalu. Yakni di forum pengusaha Indonesia di sana. Di resto Tempayan. Sama-sama jadi narasumber.

Makan Susu

Bersama bos Cimory (duduk paling kanan) di Perth.–Harian Disway

Cimory, katanya, singkatan dari Cisarua Mountain Dairy –susu gunung Cisarua. Dari Cisarualah Bambang memulai usahanya. Dari menampung susu sapi produksi peternak di kawasan Puncak itu. Sampai akhirnya jadi raksasa.

Itu berarti cita-cita yang terkandung dalam logo Cimory sudah tercapai: dari Indonesia untuk Indonesia. Itulah yang digambarkan dalam logo ”dua bendera dwi warna” merah putih di logo Cimory.

Bambang orang Semarang. Alumnus SMA top di sana: Karang Turi. Begitu banyak pengusaha besar Tionghoa yang lulusan Karang Turi.

Minggu depan Cimory berulang tahun: ke-20. Di tahun yang sulit seperti tahun lalu pun penjualan Cimory masih tumbuh dua digit. Pun yang ditargetkannya tahun ini.

Yang makan siang bersama saya di Madinah itu sendiri di Cimory disebut ”para manager Miss Cimory”. Di perusahaan itu mereka bekerja di departemen Miss Cimory.

Di antara 10 orang itu ada yang sudah bekerja sejak Cimory berdiri: Muharrik Thariquddien Fikri Amali. Dipanggil Fikri. Sangat berprestasi.

Share
Related Articles
Tarim Tanah
Catatan Dahlan Iskan

Tarim Tanah

Oleh: Dahlan Iskan "Dari mana Anda tahu saya sedang di Tarim?" "Hari...

Catatan Dahlan Iskan

Berpisah Istri

Oleh: Dahlan Iskan Saya berpisah lagi dengan istri: di Makkah. Hampir selalu...

Imron Djatmika
Catatan Dahlan Iskan

Imron Djatmika

Oleh: Dahlan Iskan Inilah dua orang yang tahu kapan harus berhenti jadi...

FDI Purbaya
Catatan Dahlan Iskan

FDI Purbaya

Oleh: Dahlan Iskan Konkret saja. Saya mencoba inventarisasikan apa saja yang jadi...