IKNPOS.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan rencana besar Kementerian Agama untuk membangun Madrasah Terintegrasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Proyek ini digadang-gadang menjadi pusat pendidikan Islam terpadu yang mencakup seluruh jenjang, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA).
“Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah,” kata Nasaruddin dalam keterangan resmi Kementerian Agama, Sabtu, 21 Februari 2026.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di ibu kota baru yang ditargetkan menjadi pusat pemerintahan Indonesia pada 2028.
Konsep Madrasah Terintegrasi di IKN
Rencana pembangunan Madrasah Terintegrasi ini berada di bawah naungan Kementerian Agama. Kawasan pendidikan tersebut dirancang tidak hanya menghadirkan ruang kelas, tetapi juga fasilitas lengkap yang menunjang kegiatan belajar dan pembinaan karakter.
Dalam konsep awalnya, kompleks madrasah akan meliputi:
-
RA (Raudhatul Athfal)
-
MI (Madrasah Ibtidaiyah)
-
MTs (Madrasah Tsanawiyah)
-
MA (Madrasah Aliyah)
Tak hanya itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan asrama siswa, fasilitas olahraga, masjid, serta sarana pendukung lainnya. Total kebutuhan lahan diperkirakan mencapai sekitar 21 hektare.
Dengan konsep terintegrasi, para siswa nantinya dapat menempuh pendidikan secara berjenjang dalam satu kawasan yang terstruktur dan modern.
Model ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih fokus, efisien, dan berdaya saing.
Kunjungan Menag ke IKN
Rencana tersebut disampaikan Nasaruddin saat melakukan kunjungan kerja ke IKN pada Jumat, 20 Februari 2026.
Dalam agenda itu, ia bertemu Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, untuk membahas peluang pembangunan Madrasah Terintegrasi.
Selain membicarakan rencana pendidikan, Nasaruddin juga meninjau sejumlah fasilitas yang sudah dibangun di kawasan IKN. Ia melihat langsung perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, hingga rumah susun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menag juga berdialog dengan ASN dan tenaga kesehatan guna mengetahui pengalaman mereka bekerja di IKN serta mengevaluasi kesiapan layanan publik di kawasan tersebut.
Menurut Nasaruddin, kesiapan infrastruktur dan sistem kerja di IKN membuka peluang besar bagi Kementerian Agama untuk memperkuat koordinasi vertikal dari pusat hingga daerah tanpa harus terpusat di Jakarta.
IKN dan Target 2028
Pembangunan IKN sendiri terus menjadi perhatian nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melakukan kunjungan ke ibu kota baru tersebut pada 12 Januari 2026. Kunjungan itu menjadi yang pertama sejak ia menjabat sebagai kepala negara.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden memberikan sejumlah catatan dan koreksi terhadap desain dan fungsi IKN. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya perbaikan serta percepatan pembangunan.
“Masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi, pertama mengenai desain, kedua mengenai fungsi,” kata Prasetyo dalam keterangan pers beberapa waktu lalu.
IKN ditargetkan mulai berfungsi sebagai ibu kota politik pada 2028. Target tersebut merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.
Presiden juga meminta agar desain IKN mampu mengantisipasi kondisi iklim dan potensi bencana di Kalimantan. Salah satu langkah yang ditekankan adalah pembangunan embung serta sistem mitigasi kebakaran hutan.
Penguatan Ekosistem Pendidikan di Ibu Kota Baru
Rencana pembangunan Madrasah Terintegrasi di IKN menjadi sinyal bahwa pemerintah tak hanya fokus pada infrastruktur pemerintahan, tetapi juga pada sektor pendidikan dan pembinaan sumber daya manusia.
Dengan hadirnya fasilitas pendidikan lengkap di ibu kota baru, diharapkan kebutuhan ASN dan masyarakat yang bermukim di IKN dapat terpenuhi.
Selain itu, keberadaan madrasah terpadu juga diharapkan memperkuat identitas IKN sebagai kota yang inklusif, modern, dan berbasis nilai-nilai kebangsaan serta keagamaan.
Pembangunan Madrasah Terintegrasi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang unggul dan berakhlak, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Ke depan, publik akan menantikan detail teknis, jadwal pembangunan, hingga mekanisme penerimaan siswa di kawasan pendidikan baru tersebut.
Yang jelas, langkah ini menunjukkan bahwa IKN bukan sekadar pusat pemerintahan, tetapi juga akan tumbuh sebagai pusat pendidikan dan peradaban baru di Indonesia.