“Untungnya di lokasi banyak orang sehingga pelaku segera diamankan dan dilaporkan ke Polrestabes. Pelaku mengaku terlilit hutang makanya melakukan percobaan pencurian. Dia hanya sendiri, tidak ada temannya, tidak ada kelompok. Tujuannya untuk mengambil emas,” sebut mantan Kapolres Metro Depok itu.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah perhiasan emas berbagai jenis yang telah dipindahkan ke dalam kantong plastik bening yang sudah disiapkan sebelumnya.
“Barang buktinya setelah dikumpul kurang lebih hampir Rp2 miliar. Tapi, kita masih hitung karena ada 98 gram, ada 100 gram, jadi macam-macam. Tapi kalau nilainya karena dari pihak toko menyampaikan (kerugian) kurang lebih Rp2 miliar,” ujar Arya.
Motif Masih Didalami
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi nekat tersebut. Pelaku diketahui berasal dari Kabupaten Bantaeng, kelahiran Gowa, dan diduga telah merancang tindakannya sebelum datang ke lokasi kejadian.
Sementara itu, saksi mata bernama Awal mengaku melihat seorang perempuan datang layaknya pembeli dan meminta sejumlah emas dalam jumlah cukup banyak. Tidak lama setelah itu, api tiba-tiba muncul di dalam toko.
“Tadi saya tidak lihat dia lempar atau tidak (bom molotov). Tapi kayaknya langsung dinyalakan (bensin) di atas meja, kemudian jatuh itu botol lalu ada api terbakar,” tutur pria yang berprofesi pedagang emas timbangan ini menambahkan.
Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. *







