IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kaltim menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan wilayah pangan baru sekaligus pusat industri pangan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Sosok yang akrab disapa Gubernur Harum itu menegaskan bahwa Kaltim kini tengah bertransformasi besar-besaran, bukan lagi sekadar daerah penghasil bahan mentah.
“Kaltim sedang beralih menjadi daerah pengolah yang memberi nilai tambah nyata bagi Indonesia,” tegasnya.
Langkah ini juga selaras dengan visi besar pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sebelumnya ditinjau Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran ibu kota baru menuntut dukungan pangan yang kuat, stabil, dan berkelanjutan.
Selama puluhan tahun, Kalimantan Timur dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi fosil terbesar di Indonesia—mulai dari batu bara hingga migas. Namun kini, identitas itu perlahan bergeser.
Memasuki 2026, Kaltim memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam sektor pangan nasional.
Transformasi ini bukan sekadar wacana. Pemerintah daerah mulai mendorong diversifikasi ekonomi agar tidak lagi bergantung pada sektor ekstraktif.
Perubahan arah ini dinilai strategis karena:
Sumber daya lahan masih luas
Kebutuhan pangan IKN terus meningkat
Permintaan industri pengolahan makin besar
Peluang kerja sektor agribisnis terbuka lebar
Dengan strategi ini, Kaltim diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cetak Sawah 20.000 Hektare
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltim menargetkan cetak sawah baru seluas 20.000 hektare pada 2026.
Program ini menjadi fondasi penting transisi ekonomi dari sektor tambang menuju pertanian modern.
Menariknya, pengembangan lahan tidak dilakukan secara konvensional.
Sekitar 9.500 hektare lahan prioritas akan dikelola menggunakan teknologi smart farming atau pertanian presisi.
Teknologi ini mencakup:
Sensor kelembapan tanah
Pemupukan otomatis
Monitoring satelit
Irigasi pintar
Prediksi cuaca berbasis data
Hasilnya diharapkan mampu:






