IKNPOS.ID – geopolitik kembali dikejutkan oleh pernyataan berani Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dia menyebut Washington sedang mempertimbangkan langkah strategis untuk melakukan “pengambilalihan damai” terhadap Kuba.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan respons terhadap situasi darurat yang sedang melanda negara tersebut.
Trump menegaskan komunikasi tingkat tinggi saat ini tengah terjalin. Ia menyebutkan bahwa pemerintah Kuba, yang sedang terdesak oleh krisis internal yang ekstrem, telah membuka jalur pembicaraan dengan pihak Amerika Serikat.
Sinyal “pengambilalihan damai” yang diucapkan Trump memicu spekulasi global mengenai perubahan peta politik di Amerika Latin dalam waktu dekat.
Tanpa Minyak, Tanpa Makanan
Trump menggambarkan kondisi Kuba saat ini dengan sangat lugas dan tanpa basa-basi: sebuah negara yang sedang mengalami kegagalan sistemik yang sangat parah.
Menurut sang Presiden, Havana telah mencapai titik terendah dalam sejarah modern mereka.
“Mereka tidak punya apa-apa saat ini, tetapi mereka sedang berbicara dengan kita, dan mungkin kita akan melakukan pengambilalihan damai Kuba. Sejak saya masih kecil, saya telah mendengar tentang Kuba, dan semua orang menginginkannya berubah. Saya bisa melihat itu terjadi,” tegas Trump.
Krisis ini bukan sekadar angka di atas kertas. Trump menyoroti kelangkaan sumber daya vital yang dialami rakyat Kuba saat ini, mulai dari krisis energi (minyak) hingga ancaman kerawanan pangan yang akut.
Kondisi inilah yang disebut Trump sebagai alasan utama mengapa pemerintah Kuba akhirnya melunak dan membuka peluang bagi keterlibatan Amerika Serikat.
Peran Strategis Marco Rubio
Langkah “pengambilalihan damai” ini tidak dilakukan tanpa arsitek yang jelas. Trump secara terbuka mengonfirmasi Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah memimpin pembicaraan intensif dengan otoritas Kuba.
Rubio, yang dikenal memiliki garis keras terhadap rezim Kuba, kini berada di garda terdepan untuk mengeksekusi visi Trump tersebut.
Keterlibatan Rubio memberikan pesan negosiasi ini bersifat serius. Fokusnya adalah pada bantuan kemanusiaan dan stabilitas.







