Home Borneo DKP Kaltim Genjot Hilirisasi Perikanan, Bidik Pasar Ekspor dan Kebutuhan IKN
Borneo

DKP Kaltim Genjot Hilirisasi Perikanan, Bidik Pasar Ekspor dan Kebutuhan IKN

Share
Hasil perikanan (Futurebali.com)
Share

IKNPOS.ID – Langkah strategis dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur (DKP Kaltim) dengan memacu hilirisasi produk kelautan secara masif.

Targetnya jelas: meningkatkan nilai tambah hasil laut, menembus pasar ekspor, sekaligus memenuhi lonjakan permintaan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi Kalimantan Timur yang tengah bergerak dari sektor ekstraktif menuju ekonomi berbasis nilai tambah.

Tak Lagi Jual Mentah, Produk Laut Harus Naik Kelas

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, menegaskan sektor kelautan tidak boleh lagi hanya mengirim bahan baku mentah ke luar daerah.

Menurutnya, pemerintah kini fokus pada:

  • Peningkatan nilai tambah produk perikanan
  • Penguatan industri pengolahan lokal
  • Standarisasi mutu dan keamanan pangan
  • Perluasan akses pasar ekspor

“Produk perikanan daerah harus naik kelas melalui standar jaminan mutu dan sertifikasi keamanan pangan agar mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.

Standarisasi industri modern dinilai menjadi kunci agar produk olahan laut Kaltim bisa masuk ke pasar global yang kompetitif.

IKN Jadi Peluang Emas bagi Pengusaha Lokal

Kehadiran IKN membuka peluang besar bagi pelaku usaha perikanan dan UMKM olahan laut di Kalimantan Timur. Permintaan terhadap produk pangan berkualitas diprediksi meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

“IKN adalah pasar siap serap bagi produk olahan laut berkualitas tinggi dari pengusaha lokal,” kata Irma.

Artinya, pelaku usaha tak hanya mengincar pasar ekspor, tetapi juga memanfaatkan potensi pasar domestik premium di sekitar IKN.

Hilirisasi dari Hulu ke Hilir

Transformasi ini tidak berdiri sendiri. DKP Kaltim memastikan rantai produksi berjalan terintegrasi, mulai dari:

  • Pembinaan pembudidaya di sektor hulu
  • Konsistensi suplai bahan baku
  • Penguatan industri pengolahan
  • Inovasi produk kuliner berbasis ikan
  • Pengembangan branding dan pemasaran
  • Konsistensi bahan baku budidaya menjadi faktor penting agar industri pengolahan tidak mengalami gangguan produksi.

Budidaya Ramah Lingkungan Jadi Prioritas

Selain mengejar nilai ekonomi, DKP Kaltim juga menekankan praktik budidaya perikanan yang ramah lingkungan. Pengawasan dilakukan agar ketersediaan sumber daya ikan tetap terjaga dalam jangka panjang.

Share
Related Articles
Borneo

Upaya Dekatkan Pemda dengan Masyarakat, Pemkab PPU Gelar Safari Ramadan

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar...

Borneo

Kukar Optimistis KDMP Jadi Lokomotif Ekonomi Desa di Kabupaten Penyangga IKN

IKNPOS.ID - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyatakan keyakinannya bahwa...

Borneo

Polres Penajam Bagikan Takjil Gratis pada Pengendara Selama Ramadan 1447 H

IKNPOS.ID - Dalam rangka mengisi dan menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah,...

Borneo

Pasokan Air Bersih di Serambi IKN Dijamin Aman Selama Ramadan

IKNPOS.ID - Pasokan air bersih bagi masyarakat atau pelanggan di Kabupaten Penajam...