Dari sisi ekonomi, festival ini turut mendorong pergerakan UMKM lokal. Produk makanan khas, kerajinan tangan, hingga pertunjukan seni tradisional mendapatkan panggung yang lebih luas. Sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal pun semakin nyata.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Modernisasi dan komersialisasi berpotensi menggeser esensi tradisi jika tidak diimbangi dengan upaya pelestarian yang serius. Edukasi budaya, dokumentasi sejarah, serta pelibatan generasi muda menjadi kunci agar Cap Go Meh tetap relevan tanpa kehilangan akar nilai budayanya.
Dengan perpaduan tradisi Tionghoa dan kearifan lokal, Cap Go Meh di Kalimantan Barat bukan hanya perayaan, melainkan simbol identitas multikultural yang terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.