IKNPOS.ID – Dunia otomotif dan industri nasional mendadak guncang! Rencana besar pemerintah mendatangkan 105.000 unit kendaraan niaga dari India untuk program Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih kini menuai perlawanan sengit. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara resmi memasang badan mendukung langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta penundaan total rencana impor raksasa tersebut.
Sikap tegas Kadin ini muncul karena kekhawatiran mendalam terhadap masa depan ekosistem otomotif dalam negeri. Jika ratusan ribu mobil ini tetap melenggang masuk tanpa perhitungan matang, taruhannya bukan cuma soal gengsi, tapi soal keberlangsungan industri komponen dan nasib ekonomi desa itu sendiri.
Kadin Peringatkan: Mobil Impor Bisa Jadi Bangkai di Desa!
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin, tidak menahan diri dalam memberikan kritik pedas. Menurutnya, keputusan mengimpor kendaraan secara utuh (CBU) dalam jumlah masif dari India adalah langkah yang sangat berisiko. Salah satu ancaman paling nyata adalah masalah layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang di masa depan.
“Apresiasi tinggi dari Kadin untuk mas Dasco, dan salut buat respons cepatnya. Bisa bayangkan kalau 105.000 mobil dipakai Kopdes Merah Putih adalah produk impor, bagaimana dengan layanan purna jualnya? Kebijakan itu bisa membuat mobil impor jadi bangkai setelah sekian tahun akibat kesulitan suku cadang,” ungkap Saleh Husin dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Kadin memandang bahwa membiarkan kendaraan impor membanjiri pelosok desa tanpa fasilitas produksi di dalam negeri hanya akan menciptakan masalah baru. Tanpa komitmen jangka panjang dari produsen asal India untuk membangun pabrik di Indonesia, keberadaan mobil-mobil tersebut justru akan merugikan pengguna di level akar rumput.
Proyek Senilai Rp24,66 Triliun yang Bikin Industri Lokal Menjerit
Angka yang dipertaruhkan dalam rencana pengadaan ini sangat fantastis, yakni mencapai Rp24,66 triliun. Kadin mengaku sudah berkoordinasi dengan para pemain industri otomotif dan komponen lokal yang kini sedang was-was. Mereka memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar menghentikan langkah impor ini demi menjaga kesetaraan usaha (level playing field).







