Di Kaltim, GK mengalami kenaikan sebesar 3,64 persen dalam periode Maret hingga September 2025, yakni dari:
- Rp866.193 per kapita per bulan (Maret 2025)
- Menjadi Rp897.759 per kapita per bulan (September 2025)
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat.
Komoditas Makanan Jadi Penentu Utama
BPS Kaltim mencatat bahwa komoditas makanan memiliki kontribusi jauh lebih besar terhadap Garis Kemiskinan dibandingkan komoditas non-makanan.
Pada September 2025:
- Komoditas makanan menyumbang 70,13 persen terhadap GK
- Komoditas non-makanan menyumbang 29,87 persen
Hal ini menunjukkan bahwa harga dan ketersediaan bahan pangan sangat berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan.
Faktor Pendorong Penurunan Kemiskinan
- Penurunan angka kemiskinan di Kaltim dipengaruhi oleh:
- Meningkatnya penyerapan tenaga kerja
- Pertumbuhan sektor perdagangan dan konstruksi
- Aktivitas ekonomi yang stabil
- Dukungan pembangunan infrastruktur
Dengan tren ini, Kaltim menunjukkan kinerja positif dalam pengentasan kemiskinan, meski tantangan di wilayah perdesaan masih perlu perhatian serius.
Jika konsistensi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga pangan dapat terjaga, angka kemiskinan di Kalimantan Timur berpotensi terus menurun dalam periode mendatang.