“Tadi Presiden menjelaskan secara ekstensif sekali hal-hal yang perlu dipertimbangkan itu, dan saya kira semua yang hadir memahami dan bisa menerima dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini kepada Presiden,” kata Gus Yahya dengan nada optimis.
Kalkulasi Kebijakan: Mengapa Indonesia Harus Masuk BoP?
Dukungan dari para ulama dan tokoh ormas ini lahir setelah mereka memahami bahwa pilihan kebijakan yang diambil pemerintah didasarkan pada perhitungan yang matang. Bergabungnya Indonesia ke BoP bukan hanya soal iuran, melainkan soal posisi tawar (bargaining power) Indonesia di mata internasional.
“Setelah mendapatkan penjelasan mengenai pertimbangan-pertimbangan pada level kebijakan mengenai hal ini, karena untuk membuat pilihan kebijakan itu tentu kan ada realitas yang harus diperhatikan, ada yang harus dikalkulasi dan lain sebagainya,” jelas Gus Yahya.
Misi Kemanusiaan di Atas Segalanya
Kini, publik bisa bernapas lega karena iuran Rp16,9 triliun tersebut memiliki tujuan mulia: membangun kembali fasilitas publik, rumah, dan infrastruktur vital di Gaza. Indonesia tidak hanya bicara di podium internasional, tetapi juga bertindak nyata melalui mobilisasi pembiayaan yang konkret.
Langkah berani Presiden Prabowo ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kemerdekaan penuh Palestina melalui jalur diplomasi dan bantuan kemanusiaan yang terorganisir dengan rapi di level dunia. – Anisha Aprilia/Disway –







