IKNPOS.ID – Dunia politik Tanah Air kembali geger. Nama Ahmad Sahroni kembali menduduki kursi panas sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Langkah ini memicu gelombang reaksi yang sangat masif dari berbagai kalangan. Namun, di balik riuhnya komentar miring di media sosial, ada fakta lapangan yang sangat kontras dan jarang terungkap ke publik mengenai sosok politisi asal Tanjung Priok ini.
Keputusan kembalinya Sahroni ke jabatannya semula membawa harapan baru bagi penguatan fungsi kontrol parlemen. Banyak pihak menilai, kehadiran “Crazy Rich Priok” ini menjadi angin segar untuk mengawal kasus-kasus hukum kakap yang selama ini menjadi perhatian publik. Sebelum masa penonaktifannya oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Sahroni memang memiliki rekam jejak yang sangat vokal dalam menyuarakan transparansi hukum.
Nyali Besar Kawal Kasus Ferdy Sambo hingga Teddy Minahasa
Publik tentu belum lupa bagaimana Ahmad Sahroni menunjukkan taringnya saat mengawal kasus pembunuhan berencana yang melibatkan mantan Kadiv Propam, Irjen Pol Ferdy Sambo. Saat itu, kecurigaan masyarakat sedang berada di puncak tertinggi. Sahroni secara lantang mendesak agar institusi kepolisian berani memperlihatkan Sambo ke muka publik demi menjaga transparansi.
Tak hanya sampai di situ, nyali Sahroni kembali teruji dalam skandal penyelundupan sabu seberat 1 ton yang menyeret nama Irjen Pol Teddy Minahasa. Dia menegaskan agar Polri tidak memberikan perlindungan sedikit pun kepada oknum jenderal yang terlibat. Keberaniannya mengapresiasi langkah tegas Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit dalam memproses hukum rekan sejawatnya sendiri menjadi bukti bahwa Sahroni tidak pandang bulu dalam penegakan aturan.
Suara Hati Warga Kebon Bawang: “Pak Sahroni Bukan Orang Sombong”
Meskipun kerap mendapatkan serangan kritik di platform media sosial seperti TikTok, realita di kampung halamannya, Kebon Bawang, justru berbicara sebaliknya. Warga sekitar mengenal Sahroni bukan sebagai pejabat tinggi yang eksklusif, melainkan sebagai tetangga yang sangat peduli.