Home Lifestyle Adakah Cara agar Penderita Asam Urat Bisa Makan Kacang tanpa Kambuh?
Lifestyle

Adakah Cara agar Penderita Asam Urat Bisa Makan Kacang tanpa Kambuh?

Share
Asam Urat, Image: DALL·E 3
Share

Perhatikan Porsi dan Frekuensi

Kunci utama bukan sekadar jenis makanan, melainkan jumlahnya. Satu genggam kecil per hari umumnya masih dapat ditoleransi pada kondisi stabil. Konsumsi dalam jumlah besar dalam satu waktu justru berisiko meningkatkan beban metabolik.

Saat terjadi serangan akut, sebaiknya konsumsi kacang dihentikan sementara sampai peradangan mereda.

Jaga Hidrasi

Air membantu ginjal mengeluarkan asam urat melalui urin. Tanpa hidrasi yang cukup, risiko penumpukan kristal meningkat. Banyak panduan klinis menyarankan asupan cairan sekitar dua hingga tiga liter per hari, kecuali ada pembatasan medis tertentu.

Kombinasikan dengan Pola Makan Seimbang

Pola makan seperti DASH diet dan pola makan Mediterania sering dikaitkan dengan kontrol metabolik yang lebih baik. Penelitian yang dipublikasikan dalam BMJ oleh Choi dan Curhan menunjukkan bahwa konsumsi minuman tinggi fruktosa berhubungan dengan peningkatan risiko gout. Artinya, pengendalian gula tambahan sama pentingnya dengan pengaturan purin.

Dengan kata lain, bukan hanya kacang yang perlu diperhatikan, tetapi keseluruhan pola makan.

Mengapa Protein Nabati Berbeda?

Protein nabati mengandung serat, antioksidan, dan senyawa antiinflamasi alami. Berbeda dengan daging merah yang sering disertai lemak jenuh tinggi, kacang memberikan komponen pelindung yang dapat membantu mengurangi inflamasi sistemik.

Tinjauan dalam Journal of Clinical Rheumatology mengenai faktor diet pada manajemen gout juga menekankan bahwa pembatasan total terhadap semua sumber purin nabati tidak selalu diperlukan, selama kadar asam urat terkontrol dan terapi medis berjalan baik.

Kapan Harus Lebih Hati-Hati?

Beberapa kondisi memerlukan kewaspadaan lebih:

  • Kadar asam urat belum stabil meski sudah minum obat

  • Sedang mengalami serangan akut

  • Terdapat gangguan ginjal

Dalam situasi tersebut, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk penyesuaian diet individual.

Kesimpulan

Penderita asam urat tidak harus menghindari kacang sepenuhnya. Bukti dari berbagai jurnal internasional menunjukkan bahwa protein nabati memiliki dampak yang berbeda dibandingkan sumber purin hewani. Dengan pemilihan jenis yang tepat, porsi terkendali, hidrasi cukup, serta pola makan seimbang, risiko kambuh dapat ditekan.

Pendekatan modern dalam pengelolaan asam urat tidak lagi hanya berfokus pada daftar pantangan, tetapi pada pengaturan gaya hidup secara menyeluruh. Kacang dapat tetap menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi secara bijak dan terkontrol.

Share
Related Articles
Zakat Penghasilan
Lifestyle

Apa Hukumnya Membayar Zakat Fitrah dengan Uang?

IKNPOS.ID - Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap Muslim yang ditunaikan menjelang Hari...

Lifestyle

20 Kata-Kata Ucapan Selamat Datang Ramadan 1447 Hijriah, Cocok untuk Status Medsos

IKNPOS.ID - Pemerintah Indonesia melalui sidang isbat telah menetapkan bahwa 1 Ramadan...

Daftar Ucapan Imlek 2026 Terlengkap
Lifestyle

Anti Mainstream! Ini Inspirasi Ucapan Imlek 2026 Shio Kuda Api, Dari Gaya Puitis Sampai Formal

IKNPOS.ID - Merayakan Tahun Baru Imlek 2026 tanpa mengirimkan ucapan selamat rasanya...

Lifestyle

5 Kriteria Orang yang Tidak Dianjurkan Berpuasa Ramadan Menurut Islam

IKNPOS.ID - Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang baligh, berakal,...