IKNPOS.ID – Pertanyaan ini sering muncul karena kacang kerap dianggap sebagai pantangan mutlak bagi penderita asam urat. Banyak orang langsung menghindarinya sepenuhnya karena takut kambuh. Padahal, pendekatan berbasis bukti menunjukkan bahwa tidak semua sumber purin berdampak sama terhadap kadar asam urat dalam darah.
Asam urat terbentuk dari pemecahan purin di dalam tubuh. Jika kadarnya berlebihan dan tidak terbuang optimal melalui ginjal, kristal asam urat dapat menumpuk di sendi dan memicu nyeri hebat. Namun, hubungan antara makanan tertentu dan kekambuhan tidak selalu sesederhana yang dibayangkan.
Memahami Posisi Kacang dalam Pola Makan Penderita Asam Urat
Kacang-kacangan memang mengandung purin, tetapi kadarnya umumnya berada dalam kategori rendah hingga sedang. Data komposisi pangan dari United States Department of Agriculture melalui FoodData Central menunjukkan bahwa sebagian besar kacang memiliki kandungan purin yang jauh lebih rendah dibandingkan jeroan, daging merah, atau beberapa jenis seafood.
Penelitian besar yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine oleh Choi dan rekan-rekan menemukan bahwa konsumsi daging merah dan makanan laut berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko gout. Sebaliknya, asupan protein nabati tidak menunjukkan peningkatan risiko yang sama.
Temuan tersebut diperkuat oleh tinjauan sistematis dalam Annals of the Rheumatic Diseases yang menyimpulkan bahwa pola makan berbasis nabati cenderung berkaitan dengan risiko gout yang lebih rendah. Artinya, konteks sumber purin sangat menentukan.
Strategi agar Tetap Bisa Makan Kacang tanpa Memicu Kekambuhan
Pilih Jenis Kacang dengan Bijak
Tidak semua kacang memiliki komposisi nutrisi yang sama. Almond, kenari, dan mete termasuk pilihan yang relatif lebih aman bila dikonsumsi dalam jumlah wajar. Kacang tanah juga dapat dikonsumsi, tetapi sebaiknya tidak berlebihan.
Yang perlu dihindari justru kacang yang telah melalui proses pengolahan berlebihan, seperti digoreng dalam minyak banyak atau diberi garam tinggi. Lemak jenuh dan natrium berlebihan dapat memperburuk kondisi metabolik yang berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat.