Home Borneo Wehea–Kelay, Benteng Biodiversitas dan Penyangga Iklim Kalimantan
Borneo

Wehea–Kelay, Benteng Biodiversitas dan Penyangga Iklim Kalimantan

Share
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) terus menunjukkan komitmen kuat dalam mengelola bentang alam Wehea–Kelay, kawasan hutan penting yang membentang dari Kabupaten Kutai Timur hingga Berau. Upaya ini dilakukan untuk melindungi kekayaan biodiversitas hutan, baik flora maupun fauna, sekaligus menjaga fungsi ekologisnya bagi lingkungan dan masyarakat.

Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen wilayah Wehea–Kelay masih berupa hutan alami yang menyimpan potensi 191 juta ton CO₂ ekuivalen. Potensi ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu penopang penting dalam mitigasi perubahan iklim di Kalimantan.

“Bentang alam Wehea–Kelay memiliki peran strategis dalam menekan emisi karbon sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Herlina di Samarinda, Minggu.

Penetapan kawasan Wehea–Kelay mengikuti pola sebaran orangutan Kalimantan, yang terhubung oleh sungai-sungai besar seperti Sungai Kelay, Sungai Wehea, dan sebagian hulu Sungai Telen. Kawasan ini menjadi habitat penting bagi satwa langka tersebut, terutama yang hidup di luar kawasan konservasi formal.

Selain itu, Wehea–Kelay juga berperan sebagai wilayah hulu strategis bagi Sungai Mahakam dan Sungai Segah. Lebih dari 5.000 kilometer daerah aliran sungai mengalir menuju Kabupaten Berau dan Kutai Timur, memberikan manfaat ekologis berupa fungsi hidrologis, penyediaan air bersih, hingga kualitas udara yang lebih baik.

Herlina menjelaskan, sejak 2015, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama YKAN menginisiasi pengelolaan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak. Hasilnya mulai terlihat signifikan.

“Studi terbaru pada 2025 menunjukkan adanya penambahan jenis flora dan fauna dibandingkan data awal. Ini menandakan pengelolaan kawasan berjalan ke arah yang positif,” katanya.

Pendekatan kolaboratif ini dinilai mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya, tanpa mengorbankan nilai biodiversitas, termasuk perlindungan habitat orangutan.

Share
Related Articles
Borneo

Antisipasi Potensi Keracunan MBG di Serambi IKN, SPPG Dilarang Libatkan Pihak Ketiga

IKNPOS.ID - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Penajam Paser Utara...

Borneo

Mantap! THR Pegawai Pemkab Penajam Rp54,8 Miliar Cair

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim),...

Borneo

Pemkab PPU Usulkan Penanganan Infrastruktur Jalan di Kecamatan Sepaku Dikelola OIKN

IKNPOS.ID - Agar penanganan dan peningkatan jalan dapat dilakukan lebih optimal, Pemerintah...

Borneo

168 Km Jalan di Sepaku Diusulkan Diserahkan ke Otorita IKN

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengusulkan pelimpahan aset infrastruktur jalan...