IKNPOS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Maria Corina Machado, tokoh oposisi Venezuela, di Washington pada Kamis waktu setempat. Pertemuan ini berlangsung di tengah situasi politik Venezuela yang masih penuh ketidakpastian setelah perubahan kekuasaan yang memicu perhatian luas komunitas internasional. Agenda tersebut mencerminkan posisi strategis Venezuela dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat, sekaligus memperlihatkan bagaimana Washington menyeimbangkan kepentingan stabilitas kawasan dan tuntutan demokratis.
Latar Belakang Pertemuan di Washington
Pertemuan Trump dan Machado terjadi dalam konteks hubungan Amerika Serikat–Venezuela yang telah lama tegang. Selama bertahun-tahun, krisis ekonomi, konflik politik, serta tuduhan pelanggaran hak asasi manusia menjadi faktor utama yang memicu keterlibatan internasional. Washington secara historis memainkan peran penting dalam menekan pemerintahan Venezuela melalui sanksi dan dukungan diplomatik terhadap proses transisi politik.
Dalam situasi tersebut, kehadiran Machado di Washington menjadi simbol bahwa oposisi Venezuela tetap mencari dukungan internasional. Namun, pertemuan ini juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak serta-merta memberikan legitimasi politik penuh kepada satu figur oposisi, melainkan tetap berhati-hati dalam menentukan sikap.
Posisi Maria Corina Machado sebagai Tokoh Oposisi
Maria Corina Machado dikenal luas sebagai salah satu tokoh oposisi paling vokal di Venezuela. Ia secara konsisten menyerukan pemulihan demokrasi, penegakan supremasi hukum, serta pemilihan umum yang bebas dan adil. Di dalam negeri, Machado memiliki basis pendukung yang kuat di kalangan oposisi, meskipun pendekatannya juga menuai kritik dari kelompok yang menilai strateginya terlalu konfrontatif.
Sebagai mantan legislator, Machado telah lama berada di garis depan perlawanan politik terhadap pemerintahan sebelumnya. Ia menilai bahwa perubahan politik hanya dapat tercapai melalui tekanan internal yang didukung oleh legitimasi internasional. Pandangan inilah yang mendorongnya terus menjalin komunikasi dengan berbagai aktor global, termasuk Amerika Serikat.







