Home News Thailand Berduka: Crane Proyek Jalan Tol Runtuh di Bangkok, Hanya Sehari Pasca Tragedi Kereta Maut
News

Thailand Berduka: Crane Proyek Jalan Tol Runtuh di Bangkok, Hanya Sehari Pasca Tragedi Kereta Maut

Share
Kecelakaan konstruksi Thailand Januari 2026
Thailand dilanda rentetan kecelakaan konstruksi mematikan. Crane tol di Bangkok runtuh hanya sehari setelah tragedi jatuhnya crane kereta api yang menewaskan 32 orang.Foto:X@panhaneath
Share

IKNPOS.ID – Rentetan kecelakaan konstruksi infrastruktur di Thailand kembali memicu kekhawatiran publik. Hanya berselang 24 jam setelah tragedi jatuhnya crane yang menimpa kereta penumpang di Nakhon Ratchasima, sebuah kecelakaan baru dilaporkan terjadi di lokasi proyek jalan tol layang di pinggiran Bangkok pada Kamis pagi waktu setempat.

Kecelakaan Baru di Jalur Utama Rama 2
Kecelakaan terbaru ini terjadi di Jalan Rama 2, Provinsi Samut Sakhon, sebuah arteri utama yang menghubungkan Bangkok dengan wilayah selatan. Menurut laporan Departemen Hubungan Masyarakat pemerintah Thailand, sebuah crane konstruksi runtuh sekitar pukul 09.00 pagi.

Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat melaporkan sedikitnya satu orang tewas dalam insiden tersebut. Reruntuhan besi raksasa yang jatuh menimpa dua kendaraan yang tengah melintas di bawahnya. Proyek perluasan tol layang Rama 2 memang telah lama mendapat sorotan tajam karena seringnya terjadi kecelakaan kerja, beberapa di antaranya bahkan memakan korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir.

Update Tragedi Kereta di Nakhon Ratchasima
Sementara itu, Gubernur Provinsi Nakhon Ratchasima, Anuphong Suksomnit, mengonfirmasi bahwa pencarian korban di lokasi jatuhnya crane kereta api telah berakhir. Tragedi yang terjadi pada Rabu tersebut menelan sedikitnya 32 korban jiwa.

Kecelakaan maut ini melibatkan launching gantry crane—peralatan seluler untuk membangun jalan layang—yang jatuh menimpa gerbong kereta penumpang hingga keluar dari lintasan. Salah satu korban tewas teridentifikasi sebagai warga negara Korea Selatan berusia 30-an tahun. Otoritas kepolisian saat ini masih memverifikasi data penumpang dan mengumpulkan bukti sebelum menetapkan tersangka.

Sorotan Terhadap Kontraktor dan Proyek Belt and Road
Kedua proyek besar tersebut, baik jalur kereta cepat maupun jalan tol layang, melibatkan kontraktor raksasa Italian-Thai Development (Italthai) dan beberapa perusahaan asal China. Proyek kereta cepat ini merupakan bagian dari ambisi besar Belt and Road Initiative senilai 520 miliar Baht untuk menghubungkan China dengan Asia Tenggara.

Share
Related Articles
Pembangunan Gedung Legislatif IKN
News

Poin-Poin Desain IKN yang Dikoreksi Presiden Prabowo, Ini Daftarnya

IKNPOS.ID - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sejumlah koreksi penting terhadap desain...

Banjir Bandara Soekarno-Hatta Januari 2026
News

Bandara Soetta Terkepung Banjir dan Macet, Komisi VII DPR Cecar InJourney Airport

IKNPOS.ID - Infrastruktur Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mendapat kritik tajam dari parlemen....

News

Bima Arya: ASN Siap Pindah ke IKN?

IKNPOS.ID - Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya, mengungkapkan kesiapan Aparatur...

News

Menteri PU Tinjau Progres Pembangunan IKN dari Istana hingga Area Glamping

IKNPOS.ID - Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau...