Peran Vital bagi Sungai Mahakam dan Iklim
Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, menjelaskan bahwa pengelolaan kolaboratif Wehea-Kelay telah berjalan sejak 2015. Kawasan ini ditetapkan mengikuti sebaran orangutan, khususnya di sekitar Sungai Kelay, Sungai Wehea, dan sebagian hulu Sungai Telen.
Selain sebagai rumah satwa langka, Wehea-Kelay juga berperan vital sebagai hulu Sungai Mahakam dan Sungai Segah. Lebih dari 5.000 kilometer daerah aliran sungai mengalir ke Kabupaten Berau dan Kutai Timur, menyediakan air bersih, udara sehat, dan fungsi hidrologis penting.
Tak hanya itu, sekitar 80 persen wilayah Wehea-Kelay masih berupa hutan alami yang diperkirakan mampu menyimpan 191 juta ton karbon dioksida ekuivalen, menjadikannya benteng alami dalam mitigasi perubahan iklim.
Bukti Keberhasilan Pengelolaan Kolaboratif
“Penambahan temuan flora dan fauna menunjukkan bahwa pengelolaan kolaboratif di Wehea-Kelay memberikan dampak positif. Kepentingan ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya bisa berjalan beriringan tanpa mengorbankan biodiversitas,” tegas Herlina.
Salah satu buktinya adalah perlindungan habitat orangutan di luar kawasan konservasi, yang selama ini kerap luput dari perhatian.
Potensi Tumbuhan Hutan untuk Kesehatan
Tak hanya fokus pada satwa, penelitian juga membuka peluang ekonomi berkelanjutan. Kajian terhadap 60 jenis tumbuhan hutan—yang terinspirasi dari pakan alami orangutan—menemukan 11 jenis berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi.
Potensi tersebut meliputi kandungan fitokimia untuk kesehatan, antidiabetes, antikanker, hingga senyawa sitotoksik, membuka peluang bioprospeksi ramah lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Temuan ini menegaskan Wehea-Kelay bukan hanya bentang alam biasa, melainkan aset strategis nasional yang menyimpan harapan bagi konservasi, kesejahteraan masyarakat, dan masa depan lingkungan Indonesia.
- Bangau Storm
- Beruang Madu
- BRIN
- Catopuma badia
- Ciconia stormi
- Helarctos malayanus
- Hutan Kaltim
- Kaltim
- Kucing merah Kalimantan
- Lutung Kutai
- Macan dahan
- Manis javanica
- Neofelis diardi
- Orangutan Kalimantan
- Pongo pygmaeus morio
- Presbytis canicrus
- Rangkong gading
- Rhinoplax vigil
- satwa langka
- Spesies Baru
- Trenggiling
- Universitas Mulawarman
- Wehea-Kelay
- Yayasan Konservasi Alam Nusantara







