IKNPOS.ID – Bentang alam Wehea-Kelay di Kalimantan Timur kembali mencuri perhatian dunia konservasi. Penelitian kolaboratif yang melibatkan Universitas Mulawarman (Unmul), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berhasil mengungkap kekayaan hayati luar biasa, termasuk satwa langka dan terancam punah yang hidup di kawasan tersebut.
Hasil riset terbaru ini menunjukkan adanya penambahan 275 jenis flora dan fauna, jauh melampaui data penelitian sebelumnya pada 2016 yang mencatat 1.343 jenis. Temuan ini menegaskan Wehea-Kelay sebagai salah satu kantong biodiversitas terpenting di Indonesia.
Kamera Jebak hingga Bioakustik Ungkap Kehidupan Liar
Peneliti Ahli Utama BRIN, Tri Atmoko, menjelaskan bahwa penelitian dilakukan menggunakan metode modern, mulai dari kamera jebak (camera trap) hingga perekam suara bioakustik untuk mendeteksi keberadaan satwa yang sulit terlihat secara langsung.
“Peningkatan jumlah temuan bukan hanya karena metode yang semakin canggih, tetapi juga karena adanya komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan di Wehea-Kelay untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati,” ujar Tri dalam Simposium Biodiversitas Wehea-Kelay di Samarinda, Rabu (14/1).
Orangutan hingga Rangkong Gading Masih Bertahan
Sejumlah satwa ikonik dan terancam punah berhasil teridentifikasi dalam penelitian ini. Di antaranya:
- Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus morio)
- Lutung Kutai (Presbytis canicrus)
- Rangkong gading (Rhinoplax vigil)
- Trenggiling (Manis javanica)
- Beruang madu (Helarctos malayanus)
- Bangau Storm (Ciconia stormi)
- Macan dahan (Neofelis diardi)
- Kucing merah Kalimantan (Catopuma badia)
Keberadaan satwa-satwa ini menjadi bukti bahwa Wehea-Kelay masih menjadi habitat penting terakhir bagi banyak spesies yang nyaris punah.
Di Luar Kawasan Konservasi, Tapi Kaya Biodiversitas
Menariknya, Wehea-Kelay bukan kawasan konservasi resmi. Dari total luas sekitar 532.143 hektare, hanya 19 persen berstatus hutan lindung. Sisanya merupakan konsesi kehutanan, perkebunan, dan wilayah kelola masyarakat.
Meski demikian, kawasan ini justru menyimpan keanekaragaman hayati tinggi, terutama sebagai habitat orangutan Kalimantan yang hidup di luar taman nasional.
- Bangau Storm
- Beruang Madu
- BRIN
- Catopuma badia
- Ciconia stormi
- Helarctos malayanus
- Hutan Kaltim
- Kaltim
- Kucing merah Kalimantan
- Lutung Kutai
- Macan dahan
- Manis javanica
- Neofelis diardi
- Orangutan Kalimantan
- Pongo pygmaeus morio
- Presbytis canicrus
- Rangkong gading
- Rhinoplax vigil
- satwa langka
- Spesies Baru
- Trenggiling
- Universitas Mulawarman
- Wehea-Kelay
- Yayasan Konservasi Alam Nusantara







