IKNPOS.ID – Dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Terbaru, jajaran pengurus DPC Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terjun langsung melakukan aksi nyata lewat program “API Menghijaukan Nusantara” di kawasan inti IKN.
Kegiatan yang berpusat di area hutan Glamping Nusantara ini menjadi simbol kepedulian tokoh lintas agama terhadap ekosistem Kalimantan. Dalam aksi tersebut, para pendeta menanam berbagai jenis pohon khas dan endemik Kalimantan guna mempercepat pemulihan hutan hujan tropis di wilayah tersebut.
Mengembalikan Identitas Hutan Kalimantan
Ketua DPC API Kutai Barat, Pdt. Korneles Detang, menjelaskan bahwa fokus utama penanaman ini adalah jenis pohon lokal seperti Bangkirai dan Meranti. Pemilihan bibit endemik ini bertujuan agar ekosistem asli hutan Kalimantan tetap terjaga di tengah masifnya pembangunan infrastruktur.
“Ini merupakan kunjungan perdana kami ke IKN. Kami sengaja melakukan penanaman pohon sebagai bentuk nyata kepedulian lingkungan, sekaligus mendukung penuh program Kepala Otorita IKN dalam menjaga kelestarian alam,” ujar Korneles saat ditemui di lokasi penanaman, Sabtu 17 Januari 2026.
Langkah API Kubar ini sejalan dengan mandat pembangunan IKN yang menetapkan 65 persen wilayah ibu kota harus tetap menjadi kawasan hijau. Kehadiran vegetasi asli diharapkan mampu menjaga suhu mikro dan kelembapan udara di kawasan pusat pemerintahan.
Menjawab Keraguan Publik
Aksi penghijauan ini juga membawa pesan kuat untuk menepis anggapan negatif mengenai dampak pembangunan IKN terhadap lingkungan. Selama ini, isu perusakan hutan sering menghiasi opini publik terkait mega proyek nasional tersebut.
Menurut Korneles, partisipasi API Kutai Barat bertujuan menunjukkan bahwa pembangunan IKN dilakukan secara berkelanjutan dan terencana. “Kami mengambil bagian kecil dalam program penghijauan ini untuk membuktikan bahwa pembangunan terus berjalan tanpa meninggalkan aspek lingkungan,” tambahnya.