Home News SIAPA BAKAL TERPILIH! Ini 3 Kandidat Deputi Gubernur BI
News

SIAPA BAKAL TERPILIH! Ini 3 Kandidat Deputi Gubernur BI

Share
Ini 3 Kandidat Deputi Gubernur BI
Ini 3 Kandidat Deputi Gubernur BI
Share

IKNPOS.ID – Presiden Prabowo Subianto telah melayangkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI berisi 3 nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Salah satu nama paling mencolok dalam daftar tersebut adalah Wakil Menteri Keuangan saat ini, Thomas Djiwandono alias Tommy.

Selain Tommy, dua nama lain yang yang diusulkan Prabowo menjadi Deputi Gubernur BI adalah Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro.

Langkah ini diambil pemerintah untuk mengisi kekosongan jabatan strategis yang ditinggalkan oleh Juda Agung.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi pemerintah tengah menunggu DPR RI untuk segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Penunjukan ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter di tengah tantangan ekonomi global tahun 2026.

“Kami mengusulkan 3 nama. salah satunya adalah Bapak Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat sebagai Wamenkeu. Tujuannya adalah untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Bapak Juda Agung,” tegas Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (20/1/2026).

Resonansi UU P2SK & Pengunduran Diri Juda Agung

Kekosongan kursi Deputi Gubernur ini bermula ketika Juda Agung secara resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden RI per tanggal 13 Januari 2026.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia langsung memberikan rekomendasi nama-nama potensial kepada Presiden sebagai bagian dari prosedur tata kelola bank sentral.

Proses pengusulan dan pengangkatan ini telah dipayungi oleh regulasi yang ketat, yakni UU Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Berdasarkan pasal-pasal dalam UU tersebut, Presiden memiliki wewenang untuk mengajukan nama kandidat yang kemudian harus mendapatkan persetujuan DPR RI sebelum akhirnya dilantik secara resmi.

Meskipun tengah berada dalam masa transisi kepemimpinan, Bank Indonesia memastikan bahwa operasional dan kebijakan moneter tetap berjalan tanpa gangguan.

Fokus utama bank sentral saat ini tetap pada mandat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kelancaran sistem pembayaran nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Share
Related Articles