Home News Seorang Kakek Meninggal Nungguin Ambulans yang Malah Isi Bensin Dulu
News

Seorang Kakek Meninggal Nungguin Ambulans yang Malah Isi Bensin Dulu

Share
Ambulans, Image: FSHH / Pixabay
Share

IKNPOS.ID – Peter Coates, seorang kakek berusia 62 tahun, meninggal dunia saat menunggu ambulans yang memutuskan untuk mengisi bahan bakar meski tangki masih hampir setengah penuh. Peter menderita penyakit paru obstruktif kronis (COPD) yang parah dan sangat bergantung pada tabung oksigen di rumahnya di Dormanstown, dekat Redcar, North Yorkshire. Ketika terjadi pemadaman listrik, pasokan oksigennya terhenti, memaksa Peter untuk menghubungi layanan darurat 999.

Inquest di Teesside Coroners’ Court mengungkapkan bahwa ambulans pertama yang dikirim tidak dapat keluar dari gerbang karena listrik padam, padahal jarak dari stasiun ke rumah Peter hanya memakan waktu sekitar satu menit 37 detik. Ambulans kedua diberikan izin untuk mengisi bahan bakar sebelum menuju rumah Peter, meski tangki masih memiliki 29 liter, setara hampir setengah kapasitas penuh.

Keputusan Refuel dan Dampaknya

Paramedis baru, Sharrona Golden, menegaskan bahwa pengisian bahan bakar dilakukan sesuai instruksi kontrol pusat. Instruksi ini menyebutkan untuk menghindari tangki di bawah setengah dan selalu meminta izin sebelum mengisi. Namun, ketentuan baru menyatakan pengisian sebaiknya dilakukan ketika tangki mencapai seperempat penuh, sehingga keputusan refuel ini menimbulkan keterlambatan yang tragis.

Julie Tait, rekan paramedis yang mengemudikan ambulans, menyatakan bahwa ia telah berusaha mengemudi secepat dan seefisien mungkin menuju rumah Peter begitu izin refuel diberikan. Tidak ada pembelian bahan bakar dilakukan di pom bensin, dan ambulans tetap menggunakan lampu darurat serta sirene.

Kesaksian Keluarga dan Trauma

Kellie Coates, putri Peter, menyampaikan bahwa ayahnya bisa bertahan antara 15 hingga 20 menit tanpa oksigen. Ia menekankan bahwa keterlambatan ambulans kemungkinan besar menjadi faktor yang menyebabkan kematian ayahnya. Dalam persidangan, Kellie menggambarkan bagaimana ayahnya mencoba bertahan hidup dengan tabung oksigen portabel sambil menunggu bantuan, namun akhirnya ditemukan meninggal 47 menit setelah menghubungi layanan darurat.

Dokter yang hadir dalam inquest menyatakan bahwa tidak dapat dipastikan apakah keterlambatan ambulans secara langsung menyebabkan kematian Peter, karena kemungkinan kematian juga bisa terjadi dalam beberapa menit setelah pemadaman listrik. Namun, trauma psikologis dan penderitaan yang dialami Peter selama menunggu jelas menjadi bagian dari kronologi tragedi.

Share
Related Articles
WNI diculik bajak laut di Gabon
News

Breaking News! 4 WNI Jadi Korban Penculikan Bajak Laut Bersenjata di Perairan Gabon

IKNPOS.ID - Kabar mengejutkan datang dari perairan Afrika Tengah setelah sejumlah Warga...

Peringatan dini banjir rob BMKG
News

Waspada Fenomena Fase Bulan Baru, BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Indonesia hingga Februari 2026

IKNPOS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini mengenai...

gempa Maluku Barat Daya
News

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Perairan Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

IKNPOS.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah perairan Maluku...

News

Trump bakal Temui Maria Machado dari Oposisi Venezuela di Washington

IKNPOS.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Maria Corina Machado,...