Home Properti Satgas Perumahan: Tahun 2026 Bakal Jadi Awal Kebangkitan Industri Properti
Properti

Satgas Perumahan: Tahun 2026 Bakal Jadi Awal Kebangkitan Industri Properti

Share
Penampakan Rumah Prabowo dengan desain bergaya Skandinavia. Foto: tangkapan layar/IG
Share

IKNPOS.ID – Anggota Satgas Perumahan Panangian Simanungkalit mengungkapkan optimismenya bahwa tahun 2026 akan menjadi awal kebangkitan bagi industri properti nasional karena tanda-tanda pemulihan ekonomi yang sudah terlihat bahkan sejak kuartal IV-2025.

Diharapkan, pemulihan yang terjadi di perekonomian dapat menjadi momentum yang baik dalam mendorong program Tiga Juta Rumah yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Pertumbuhan properti selalu mengikuti pertumbuhan ekonomi. Walaupun saat ini daya beli masyarakat mungkin masih berat, saya yakin ekonomi akan pulih pada tahun ini,” ujar Panangian di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.

Panangian menjelaskan, pertumbuhan properti memang sudah melemah sejak beberapa tahun lalu karena rata-rata pertumbuhan ekonomi antara tahun 2014 dan 2024 hanya berada di kisaran 4% akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan sudah menunjukkan perbaikan pada kuartal IV-2025, yaitu 5,45%, lebih tinggi dibandingkan realisasi pada kuartal III-2025 yakni 5,04%.

Pada tahun 2026, Panangian mengatakan, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan lebih tinggi oleh pemerintah yaitu 5,4% dan Bank Indonesia di kisaran 5,1% hingga 5,6%. Menurutnya, inti dari proyeksi yang lebih optimistis tersebut menunjukkan bahwa titik rendah pertumbuhan telah dilalui.

“Kalau titik rendahnya sudah dilalui, pemerintah tinggal memelihara ekonomi agar terus naik, itu tergantung dari suasana yang diciptakan pemerintah. Tahun ini, saya melihat pertumbuhan ekonomi setidaknya bisa mencapai 5,5%. Kalau tahun lalu saja rata-rata 5% dan tahun ini 5,5%, berarti tahun ini industri properti sudah akan naik,” tuturnya.

Berdasarkan konsep growth elasticity, Panangian menjelaskan, pertumbuhan properti umumnya sekitar 1,5-1,7 kali pertumbuhan ekonomi. Ketika pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,2% saja, ujarnya, pertumbuhan properti sudah mencapai 8% atau mendekati 10%.

“Biasanya kalau properti sudah bangkit, akan menuju booming. Seperti di jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, properti bangkit pada tahun 2009, tapi mulai booming pada 2010 hingga 2012 karena properti umumnya menjadi tempat untuk orang menempatkan uangnya atau berinvestasi, apalagi ketika harga komoditas naik. Jadi, apakah situasinya bisa seperti itu lagi, tergantung pada pertumbuhan ekonomi,” kata Panangian.

Share
Related Articles
Cara Beli Rumah Prabowo Rp166 Juta
Properti

Cara Beli Rumah Prabowo Rp166 Juta, Cek Syarat & Lokasinya di Sini

IKNPOS.ID - Rumah subsidi juga sering disebut sebagai Rumah Prabowo. Istilah Rumah...

Japandi bedroom
Properti

Transformasi Kamar Tidur Minimalis ala Japandi: Elegan, Tenang, dan Fungsional

IKNPOS.ID - Kamar tidur ala Japandi menghadirkan kombinasi harmonis antara kesederhanaan khas...

warna cat rumah
Properti

BIKIN BETAH di RUMAH! Warna Cat Ini Nggak Cuma Cantik, Tapi Adem, Nyaman dan Segar

IKNPOS.ID - Memilih warna cat rumah bukan sekadar soal estetika, tetapi juga...

desain rumah sederhana
Properti

Desain Rumah Sederhana yang Stylish dan Fungsional: Solusi Hunian Nyaman Tanpa Boros!

IKNPOS.ID - Mempunyai rumah impian tidak harus selalu mahal, dengan desain sederhana,...