BI juga meluncurkan lima sinergi utama, mulai dari akselerasi digitalisasi keuangan hingga percepatan hilirisasi industri. Upaya ini bertujuan agar ekonomi nasional tetap adaptif dan tidak hanya bergantung pada stabilitas moneter semata. Transformasi ekonomi nasional kini menjadi harga mati agar UMKM dan sektor keuangan tetap tumbuh inklusif di tengah badai dolar.
Bagi Anda yang memiliki kebutuhan valas atau investasi, periode ini menuntut kewaspadaan tinggi. Pantau terus rilis resmi nominasi Ketua Fed esok hari, karena keputusan tersebut akan menentukan arah rupiah dalam beberapa bulan ke depan. Apakah rupiah akan sanggup rebound atau justru semakin tertekan ke level Rp17.000? Waktunya pasang mata dan telinga! (*)







