IKNPOS.ID – Chelsea kini berada di bawah arahan manajer baru, Liam Rosenior, yang mengambil alih kendali klub setelah pengunduran diri Enzo Maresca. Rosenior, mantan pemain Inggris berusia 41 tahun, langsung menghadapi daftar tugas panjang di tengah musim, termasuk menuntaskan isu pemain yang dikenal sebagai “bomb squad”, yaitu Raheem Sterling dan Axel Disasi.
Kedua pemain ini, yang dibeli pada musim 2023-24 masing-masing dengan harga £47,5 juta dan £38,5 juta, saat ini berlatih secara terpisah dari skuad utama dan tetap berada dalam daftar transfer, meski menolak beberapa tawaran pinjaman sepanjang musim panas.
Prioritas Rosenior: Bicara Dengan Sterling dan Disasi
Rosenior menegaskan komitmennya untuk segera berbicara dengan kedua pemain tersebut. Ia menyatakan bahwa ia menghargai karier Sterling dan memiliki pandangan positif terhadap Disasi sebagai pemain. Rosenior menambahkan bahwa ia perlu berdiskusi dengan klub untuk menentukan langkah terbaik, menekankan pentingnya komunikasi terbuka dengan pemain yang saat ini berada dalam situasi tidak pasti. Pernyataan ini menandai prioritas awal Rosenior dalam membangun kembali struktur tim Chelsea di tengah jendela transfer Januari.
Tantangan Transfer Chelsea
Chelsea menghadapi tantangan administratif terkait transfer. Klub hanya dapat meminjamkan maksimal enam pemain ke luar negeri sesuai aturan FIFA, sehingga jika Sterling atau Disasi ingin meninggalkan klub sementara, salah satu pemain yang sedang dipinjam harus dibatalkan. Sterling dikaitkan dengan minat Napoli, sementara Roma dan Lyon menunjukkan ketertarikan pada Disasi. Rosenior menegaskan bahwa setiap keputusan akan memperhatikan strategi jangka pendek dan keberhasilan klub, tetapi juga membuka peluang bagi pemain yang sudah ada di klub untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Evaluasi Skuad Saat Ini
Selain menangani isu pemain terpinggirkan, Rosenior juga menekankan evaluasi skuad saat ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Ia menyebut bahwa beberapa pemain menunjukkan potensi mengejutkan dalam pertandingan melawan Charlton, dan terkadang solusi terbaik bisa ditemukan dari dalam tim. Hal ini menunjukkan pendekatan Rosenior yang ingin memaksimalkan aset yang dimiliki Chelsea sebelum berfokus pada pasar transfer.







