IKNPOS.ID – Rivalitas antara Sadio Mane dan Mohamed Salah kembali memuncak saat Mesir menghadapi Senegal di semifinal Piala Afrika (Afcon) 2025. Pertemuan ini bukan sekadar duel antarnegara, melainkan lanjutan dari persaingan pribadi keduanya yang sudah berlangsung sejak mereka sama-sama membela Liverpool.
Mohamed Salah, kapten Mesir, membawa pengalaman panjang di turnamen kontinental dan beban besar untuk mengantarkan Mesir ke final. Dengan tujuh gelar Piala Afrika yang pernah diraih, Mesir menjadi tim dengan sejarah gemilang, namun gelar terakhir mereka tercatat pada 2010, sebelum debut internasional Salah.
Salah sendiri sempat menjadi finalis yang kalah pada Piala Afrika 2017 dan 2021, dengan catatan kekalahan lain pada 2019 dan cedera saat Mesir tersingkir dini pada 2023. Pertemuan melawan Mane di semifinal memberikan peluang sekaligus tekanan emosional besar bagi Salah, mengingat sejarah pertandingan mereka sebelumnya yang sering berakhir dramatis lewat adu penalti.
Duel Kunci di Afcon 2021 dan Kualifikasi Piala Dunia
Pertemuan terakhir antara Mesir dan Senegal di Piala Afrika 2021 di Kamerun menjadi momen penting dalam rivalitas ini. Mane gagal mengeksekusi penalti di menit ketujuh, namun Senegal tetap memenangkan gelar pertama mereka setelah adu penalti usai 120 menit tanpa gol. Dalam pertemuan dua leg untuk kualifikasi Piala Dunia 2022, adu penalti kembali menjadi penentu, dengan Mane kembali sukses mencetak penalti kemenangan setelah Salah gagal. Momen-momen ini memperkuat persepsi bahwa Mane sering memiliki keunggulan psikologis dalam duel langsung melawan Salah.
Kontribusi Mohamed Salah di Afcon 2025
Pada Afcon 2025, Mohamed Salah menunjukkan performa impresif meski menghadapi kritik dan tekanan di klub. Dalam empat pertandingan awal, ia mencetak empat gol, termasuk gol kemenangan atas Zimbabwe, Afrika Selatan, dan Pantai Gading. Total golnya di turnamen ini mencapai 11, menyamai rekor pelatih nasional Mesir Hossam Hassan dan hanya satu gol di bawah pencetak gol terbanyak Mesir sepanjang sejarah, Hassan El-Shazly. Selain itu, pemain seperti Omar Marmoush, Trezeguet, dan Mostafa Mohamed memberikan dukungan serangan tambahan bagi tim.







