IKNPOS.ID – Ribuan hektare lahan rawa yang siap dijadikan lumbung ikan menjadi modal bagi Kampung Muara Beloan kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) untuk menjadi lumbung pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Kepala Kampung Muara Beloan, Rudi Suhartono, di wilayahnya terdapat 8.430 hektare lahan. Dari jumlah tersebut, 5.000 hektare di antaranya merupakan lahan potensial yang siap dikembangkan menjadi pusat perikanan air tawar.
“Kami siap menghibahkan 5.000 hektare lahan rawa untuk stok pangan perikanan IKN dan Kutai Barat. Ini peluang besar agar Kaltim tidak kalah bersaing dengan Sulawesi atau Banjarmasin dalam menyuplai kebutuhan pangan ke IKN,” ujar Rudi dalam Forum Diskusi Publik yang membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kutai Barat Tahun 2027, Senin 19 Januari 2026.
Namun, Rudi mengeluhkan buruknya infrastruktur jalan yang mencekik ekonomi warga. Ia membeberkan disparitas harga yang sangat mencolok akibat akses transportasi yang tidak maksimal.
“Di kampung kami, ikan Haruan hanya laku Rp10.000 per kilo, padahal di Pasar Melak harganya mencapai Rp75.000 per kilo. Penyebabnya cuma satu: jalan tidak maksimal,” ucapnya.
Butuh Perbaikan Infrastruktur Jalan
Rudi menjelaskan, jika pemerintah daerah memberikan prioritas pembangunan jalan pada kampung-kampung penghasil sumber daya alam (SDA), hal itu akan langsung mendongkrak Pendapatan Asli Kampung (PAK) dan mengentaskan kemiskinan.
Selain berharap pada APBD Kabupaten, Rudi juga mendesak pemerintah agar membuat kebijakan tegas kepada perusahaan-perusahaan swasta di wilayah tersebut terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia menyayangkan adanya perusahaan yang hanya mau menggunakan jalan umum namun enggan peduli terhadap perbaikan infrastruktur.
“Kami mohon kebijakan kuat agar perusahaan lebih fokus pada CSR. Paling tidak ada kepedulian untuk memperbaiki jalan yang mereka lewati,” katanya.
Rudi berharap aspirasi mengenai pemerataan infrastruktur berbasis potensi daerah ini dapat segera ditindaklanjuti demi menyongsong peran strategis Kubar sebagai penyangga IKN.