IKNPOS.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan embung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim). Menurut Kepala Negara, embung bisa menjadi antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebuah kawasan perlu diperhatikan desain dan fungsinya. “Misalnya penambahan embung. Karena di sana (IKN) iklimnya panas dan ada potensi kebakaran hutan,” kata Prasetyo, Kamis, 15 Januari 2026, dikutip Antara.
IKN sendiri telah memiliki sejumlah embung dan kolan retensi, terutama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Keberadaan embung dan kolam retensi ini memiliki fungsi strategis dalam menopang konsep Zero Delta Q atau Sponge City yang diusung IKN.
Infrastruktur ini dirancang untuk menahan, menyerap, dan mengendalikan aliran air permukaan sehingga mengurangi risiko limpasan air yang berlebihan dan menjaga keseimbangan hidrologis kawasan.
Dengan mekanisme tersebut, pembangunan ini turut mendukung sistem konservasi air yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.
Sudah ada 30 Embung di IKN
Pada akhir tahun lalu, Otorita IKN menandatangani kontrak kerja sama pembangunan embung di KIPP 1B dan 1C, serta kolam retensi bersama sejumlah penyedia jasa, yaitu PT Bumi Karsa, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya.
Penandatanganan dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen XXII-2025 Otorita IKN, Iryans Muhyono, dan Pejabat Pembuat Komitmen XXIII-2025 Otorita IKN, Sigit Marwanto, bersama para perwakilan masing-masing penyedia jasa. Seluruh prosesi disaksikan langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Kerja sama ini menegaskan komitmen Otorita IKN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur air sebagai bagian dari fondasi dasar sebuah ibu kota yang aman, tangguh, dan berketahanan iklim. Basuki menyampaikan apresiasi atas langkah strategis tersebut sebagai bagian dari percepatan pembangunan Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, Basuki menyampaikan, “Ini menandakan bahwa (pembangunan) IKN memang terus berjalan dan akan kita selesaikan dalam waktu yang tidak banyak, sebelum tahun 2028. Embung-embung ini, tadi sudah disampaikan oleh Agus Ahyar, Direktur Sarana dan Prasarana Sosial. Kita akan membangun 24 badan air dengan total kapasitas 2 juta meter kubik, menambahi 2 juta meter kubik yang sudah kita punyai dari 30 embung yang sudah ada.”







