IKNPOS.ID – Penurunan struktur fondasi tiang pancang (slab on pile) di Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A2 kilometer 11 jadi penyebab ambruknya ruas jalan tersebut.
Insiden penurunan struktur sepanjang 82,5 meter pada Segmen Karang Joang–Kariangau tersebut terjadi setelah hujan ekstrem mengguyur kawasan sekitar sejak Rabu, 7 Januari 2026 sore, hingga Kamis, 8 Januari 2026 pagi.
Evaluasi teknis menunjukkan, tingginya debit air hujan yang tidak tertahan optimal oleh sistem drainase sebagai pemicu utama pergeseran tanah.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim segera menyiapkan penanganan teknis permanen mencakup pembangunan crossing drain di setiap slab on pile untuk mengendalikan aliran air di bawah struktur secara lebih efektif.
“Terjadi pergerakan pada slab on pile akibat pergeseran tanah disposal yang dipicu intensitas hujan cukup tinggi, sehingga kami langsung mengamankan dan melakukan perbaikan,” ujar Pj KSO BBPJN Perwakilan Kaltim, Adhi Hutama, Minggu, 11 Januari 2026, dikutip Antara.
Ia memastikan, seluruh biaya perbaikan permanen menjadi tanggung jawab penuh penyedia jasa pelaksana proyek karena peristiwa ini terjadi saat masa konstruksi.
Tim Lapangan Inventarisasi Kerusakan
Tim lapangan kini tengah bekerja intensif melakukan inventarisasi kerusakan serta merapikan kembali timbunan hingga mencapai elevasi aman untuk memulihkan kondisi jalan.
Target perbaikan permanen ditetapkan selesai pada Maret 2026 agar ruas tol strategis ini dapat difungsionalkan untuk melayani masyarakat saat momen Idul Fitri.
Upaya mitigasi jangka panjang juga meliputi pemasangan energy dissipator pada saluran pembuangan serta perbaikan subdrain untuk melindungi kaki timbunan dari potensi gerusan air.
Selain itu, rencana penanganan mencakup penutupan jalur aliran air terkonsentrasi yang memotong timbunan serta penyediaan jalur limpasan terarah untuk mencegah kerusakan berulang.
Yudi menegaskan bahwa timnya telah melakukan survei dan inventarisasi menyeluruh pada seluruh titik slab on pile di ruas Tol IKN untuk memastikan tidak ada potensi kerawanan serupa di lokasi lain.







