Home Sport Menyelami Panenka: Teknik Penalti Penuh Risiko dengan Daya Tarik Tersendiri
Sport

Menyelami Panenka: Teknik Penalti Penuh Risiko dengan Daya Tarik Tersendiri

Share
Panenka, Image: Planet_Fox / Pixabay
Share

IKNPOS.ID – Panenka dinamai dari Antonin Panenka, gelandang Cekoslowakia yang mencuri perhatian dunia sepak bola saat final Kejuaraan Eropa 1976 melawan Jerman Barat. Dalam adu penalti yang menentukan juara, Panenka mengeksekusi tendangan dengan chip lembut ke tengah gawang, mengecoh kiper Sepp Maier, dan membawa kemenangan bagi timnya. Teknik ini bukan hanya soal kekuatan atau kecepatan, tetapi perpaduan antara ketenangan, presisi, dan psikologi untuk mengejutkan lawan. Keberhasilan Panenka dalam pertandingan internasional ini kemudian menginspirasi banyak pemain top dunia untuk meniru gaya eksekusi serupa.

Sebelumnya, Panenka sudah pernah mencetak gol dengan teknik ini untuk klubnya, Bohemians, menunjukkan bahwa keberanian dan latihan konsisten menjadi kunci sukses teknik ini sebelum terkenal secara global.

Daya Tarik Psikologis Panenka

Salah satu aspek paling menarik dari Panenka adalah efek psikologisnya terhadap kiper lawan. Andrea Pirlo, yang berhasil menggunakan Panenka di Euro 2012 melawan Joe Hart, menyatakan bahwa tendangan ini memberikan tekanan mental dan mengubah momentum adu penalti. Fenomena serupa terlihat saat Fabinho mengeksekusi Panenka di final Piala Liga Inggris 2022 melawan Chelsea, ketika kiper Kepa Arrizabalaga mencoba mengganggu konsentrasi pemain Liverpool.

Namun, Panenka juga membawa risiko tinggi bagi eksekutornya. Brahim Diaz dalam final Piala Afrika 2021 menjadi contoh modern, ketika tendangannya berhasil ditepis kiper Edouard Mendy. Kegagalan dalam mengeksekusi Panenka biasanya menerima kritik lebih tajam dibandingkan penalti biasa karena sifatnya yang “berani tapi rapuh.”

Statistik dan Efektivitas Panenka

Secara statistik, penalti ke arah tengah gawang, termasuk Panenka, terbukti cukup efektif. Sejak Piala Dunia 1966 dan Kejuaraan Eropa 1980, 84% penalti ke tengah berhasil masuk ke gawang, dibandingkan 78% ke kiri dan 74% ke kanan. Tren ini juga terlihat di Piala Afrika terbaru, dengan 75% penalti ke tengah berhasil, lebih tinggi dibanding arah kiri (67%) dan kanan (69%).

Data ini menunjukkan bahwa dari sisi probabilitas, Panenka adalah strategi yang sah, asalkan pemain memiliki kepercayaan diri dan mampu membaca situasi kiper. Panenka bukan sekadar trik visual, melainkan pilihan taktis yang memperhitungkan psikologi lawan.

Share
Related Articles
Sport

Persiapan Tampil di Piala Asia 2026, Timnas U-17 Akan Jalani Uji Coba Internasional

IKNPOS.ID - Tim nasional Indonesia U-17 akan melakoni agenda laga uji coba...

Sport

Musim Gemilang Rashford: Statistik Lebih Baik dari Dembele dan Vinicius Jr

IKNPOS.ID - Marcus Rashford tampil sebagai salah satu sorotan utama di Barcelona...

Babak play-off 16 besar Liga Champions: Madrid kembali jumpa Benfica (X/ChampionsLeague)
Sport

Babak play-off 16 Besar Liga Champions: Madrid Jumpa Benfica

iknpos.id - Real Madrid kembali berjumpa dengan Benfica pada babak play-off 16...

Gelandang Leon Goretzka akan meninggalkan Bayern Muenchen di akhir musim (X/FCBayern)
Sport

Goretzka Tinggalkan Bayern Muenchen di Akhir Musim

iknpos.id - Gelandang Leon Goretzka akan meninggalkan Bayern Muenchen di akhir musim....