IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya dirancang sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang yang mencerminkan keberagaman dan nilai kebangsaan.
Salah satu wujud nyata dari visi ini adalah pembangunan kompleks rumah ibadah lintas agama di kawasan inti kota.
Kompleks ini menjadi simbol toleransi dan inklusivitas, menunjukkan bahwa kehidupan beragama menjadi bagian integral dari perencanaan kota modern.
Peran Kementerian Agama dalam Pembangunan IKN
Kementerian Agama Republik Indonesia berperan aktif dalam membangun dan mengelola fasilitas ibadah di IKN. Selain menyiapkan Masjid Negara untuk umat Islam, kementerian ini memastikan bahwa umat dari agama lain memiliki ruang ibadah yang layak.
Kementerian Agama juga menempatkan pegawai lebih awal di ibu kota baru untuk menumbuhkan kehidupan beragama sejak awal pembangunan kota. Langkah ini menegaskan bahwa IKN bukan sekadar pusat administratif, tetapi juga kota yang menghormati pluralitas dan kehidupan spiritual masyarakat.
Jenis Fasilitas Ibadah yang Direncanakan
Kompleks rumah ibadah di IKN mencakup berbagai tempat ibadah yang mewakili agama resmi di Indonesia. Setiap fasilitas dirancang untuk memenuhi kebutuhan spiritual komunitasnya, sambil tetap berada dalam satu kawasan terpadu. Fasilitas ini antara lain:
Masjid Negara
Masjid Negara merupakan fasilitas ibadah utama bagi umat Islam di IKN yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Masjid ini direncanakan dapat menampung hingga lebih dari 60.000 jemaah dengan desain futuristik yang mencerminkan identitas budaya Nusantara. Pemerintah menargetkan masjid ini dapat beroperasi penuh saat Ramadan 2026, menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus simbol kerukunan beragama di ibu kota baru.Basilika Katolik
Basilika Katolik, yang dinamakan Gereja Santo Fransiskus Xaverius, sedang memasuki tahap akhir konstruksi dan menjadi bagian dari kawasan rumah ibadah lintas agama. Gereja ini akan menjadi pusat ibadah utama bagi komunitas Katolik di ibu kota baru.Gereja Protestan
Gereja Protestan direncanakan menjadi pusat ibadah utama bagi umat Protestan di IKN. Meskipun masih dalam tahap perencanaan desain, keberadaan gereja ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap kesetaraan antarumat beragama di ibu kota baru.Pura Hindu
Pura Hindu juga disiapkan dalam kompleks rumah ibadah. Pembangunannya mengikuti tradisi Hindu dan dirancang untuk menjadi tempat peribadatan serta pusat kegiatan komunitas Hindu yang menetap di IKN.Vihara Buddha
Vihara Buddha dirancang sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan bagi umat Buddha. Fasilitas ini menekankan prinsip kesejahteraan, harmoni, dan keselarasan spiritual dalam kehidupan kota modern.Kelenteng Konghucu
Kelenteng untuk penganut Konghucu akan menjadi tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan ritual dan budaya. Kehadiran kelenteng ini melengkapi kompleks rumah ibadah lintas agama di IKN, menunjukkan penghargaan pemerintah terhadap pluralisme.
Konsep Arsitektur dan Filosofi
Setiap tempat ibadah di IKN dibangun dengan memperhatikan karakter arsitektur dan kebutuhan fungsional masing-masing agama, namun tetap berada dalam satu kawasan terpadu.
Kompleks ini juga dilengkapi dengan taman, plaza, dan ruang serbaguna yang dapat digunakan untuk kegiatan lintas komunitas. Konsep ini menekankan kesetaraan, keharmonisan, dan toleransi antarumat beragama, menjadikan IKN sebagai kota yang ramah dan inklusif.







