IKNPOS.ID – Pak Bas membuka Musyawarah Besar VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) di KIPP IKN dan menyatakan, “Bagi saya, masyarakat Dayak adalah kearifan lokal yang hidup dan terus dijaga seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara.”
Pernyataan ini menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam proses pembangunan modern.
Ia juga menyoroti peran generasi muda, “Sekitar 30 persen dari 1.100 pegawai kami merupakan putra-putri Kalimantan Timur, mayoritas generasi muda yang menjadi bagian penting dari masa depan Nusantara.”
Keterlibatan mereka memastikan pembangunan IKN tidak hanya fisik, tetapi juga berkelanjutan melalui pemberdayaan lokal.
Kolaborasi Strategis dengan PDKT
Pak Bas menekankan pentingnya kemitraan dengan PDKT: “Saya berharap Musyawarah Besar ke-7 ini semakin menguatkan peran PDKT sebagai mitra strategis dalam pembangunan IKN.”
Dukungan konsisten dari masyarakat adat menjadi fondasi agar pembangunan IKN tetap selaras dengan kearifan lokal.
Menuju Indonesia Emas
Secara pribadi, Pak Bas menegaskan komitmennya, “Saya memegang amanah ini dengan sungguh-sungguh… saya percaya kolaborasi ini akan terus menjaga keberlanjutan Nusantara menuju Indonesia Emas.”
Pernyataan ini menekankan bahwa pembangunan IKN bukan hanya modernisasi, tetapi juga pelestarian budaya dan pemberdayaan lokal.







