IKNPOS.ID – Kolaborasi dalam bentuk komitmen jangka panjang dijalin Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan PT Pertamina (Persero) untuk tercapainya perlindungan lingkungan di kabupaten penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.
“Pemerintah kabupaten ingin terwujud kerja sama dengan Pertamina dalam pengelolaan embung dan green belt,” ujar Bupati PPU, Mudyat Noor, Rabu, 28 Januari 2026, dikutip Antara.
Sabuk hijau (green belt) adalah zona pembatas berupa ruang terbuka hijau atau kawasan vegetasi yang mengelilingi wilayah perkotaan yang berfungsi sebagai paru-paru kota, penyerap polusi, dan area konservasi lingkungan.
“Green belt dapat menjadi ruang hijau yang ramah lingkungan, memperkuat konservasi, menambah nilai estetika dan kenyamanan publik, jadi harus ada penanganan terencana,” tambahnya.
Mudyat menjelaskan, penampungan minyak mentah di Kelurahan Lawe-Lawe dilengkapi jaringan pipa sepanjang 14 kilometer di wilayah Kabupaten PPU menuju Kilang Pertamina di Kota Balikpapan.
Keberadaan Embung di Lahan Pertamina
Di lahan PT Pertamina yang berlokasi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, terdapat embung atau kolam retensi dengan luas lebih kurang 17 hektare dengan kapasitas tampung mencapai 117.600 meter kubik.
Membangun kolaborasi juga terkait pemanfaatan embung tersebut karena penting sebagai sarana penampungan air, pengendali banjir, penyedia air baku, serta cadangan air untuk mitigasi kebakaran, sekaligus mendukung kesiapan infrastruktur dasar IKN.
Dari sisi geografis dan ekologis, serta strategis, Kabupaten PPU memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga utama pembangunan nasional dengan ditetapkannya sebagian wilayah kabupaten itu menjadi kawasan IKN.
“Jadi peran sangat penting sebagai pendukung dan juga sebagai aktor penting memastikan pembangunan berkelanjutan, seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” katanya.
“Kerja sama dengan PT Pertamina dengan pemanfaatan bersama yang transparan dan berkelanjutan, serta adanya komitmen jangka panjang terhadap perlindungan lingkungan yang bertujuan membangun kabupaten sebagai penyangga IKN,” lanjut Mudyat.







