IKNPOS.ID – Kondisi banjir yang mengepung Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilaporkan semakin memprihatinkan setelah luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet merendam 20 dari 30 kecamatan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Karawang kini mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai untuk segera meninggalkan kediaman mereka guna menghindari risiko yang lebih besar.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa kenaikan debit air telah mencapai level tertinggi pada dini hari tadi.
“Pada Sabtu pukul 01:20 WIB status Sungai Citarum dan Cibeet berstatus Awas. Jadi semua warga yang tinggal dekat aliran sungai itu harus segera mengungsi,” kata Aep Syaepuloh di Karawang, Sabtu.
Ia menambahkan bahwa pihaknya bersama unsur Forkopimda terus bergerak untuk memastikan proses evakuasi masyarakat di bantaran sungai berjalan menyeluruh menuju titik-titik aman.
Skala bencana ini meluas signifikan dibandingkan laporan sebelumnya yang hanya mencakup 13 kecamatan. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang hingga Jumat malam, kini tercatat sebanyak 58 desa atau kelurahan di 20 kecamatan telah terendam air. Sejauh ini, sedikitnya 9.650 unit rumah terdampak oleh banjir yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut.
Dampak sosial dari bencana ini menyentuh angka 10.927 Kepala Keluarga dengan total mencapai 31.601 jiwa usia dewasa. Kelompok rentan juga menjadi perhatian serius mengingat terdapat 969 balita, 111 bayi, serta 599 warga lanjut usia yang ikut terdampak.
Hingga saat ini, sebanyak 1.198 jiwa telah menempati berbagai lokasi pengungsian yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.
Laporan lapangan menunjukkan bahwa Desa Karangligar menjadi titik terdampak paling parah dengan ketinggian permukaan air yang hampir menyentuh angka dua meter.
Petugas gabungan masih terus bersiaga di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan adanya kenaikan debit air susulan, sembari menyalurkan bantuan logistik bagi para pengungsi. *







