IKNPOS.ID – Kabar gembira buat kamu yang sering melintasi jalur Aceh Tengah menuju Nagan Raya! Setelah sempat lumpuh total akibat hantaman banjir bandang yang menghancurkan infrastruktur, kini harapan baru muncul. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak super cepat menyelesaikan perakitan Jembatan Bailey Krueng Beutong di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala. Ini adalah momen krusial yang sudah kita tunggu-tunggu agar mobilitas warga dan distribusi logistik tidak lagi terhambat.
Jangan sampai kamu ketinggalan informasi (FOMO), karena jembatan ini merupakan urat nadi ekonomi di wilayah tersebut. Pemerintah menyadari betul bahwa memutus akses jalan sama saja dengan menghentikan detak jantung ekonomi rakyat. Oleh karena itu, kolaborasi antara Kementerian PU dan TNI AD di awal tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk mempercepat pemulihan pasca bencana.
Spesifikasi Gahar Jembatan Bailey Krueng Beutong
Meskipun statusnya sebagai jembatan darurat, kamu jangan meremehkan kekuatannya. Jembatan Bailey Krueng Beutong ini memiliki bentang panjang mencapai 30 meter dengan lebar 4,2 meter. Konstruksi rangka baja modular ini dirancang sangat kokoh untuk menahan beban hingga 20 ton. Jadi, kendaraan logistik pembawa bahan pangan dan kebutuhan pokok nantinya bisa melintas dengan tenang tanpa perlu khawatir soal keamanan struktur.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kecepatan penanganan adalah prioritas utama. “Kementerian PU berkomitmen bergerak cepat bersama TNI dan seluruh mitra kerja untuk memulihkan akses dasar masyarakat. Jembatan Bailey Krueng Beutong diharapkan segera mendukung mobilitas warga dan distribusi logistik secara aman,” ujarnya. Langkah ini menjadi solusi instan untuk menyambungkan kembali dua kabupaten yang sempat terisolasi.
Ritual Peusijuek: Harapan Keselamatan Bagi Pengguna Jalan
Sebagai bentuk rasa syukur, warga dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menggelar prosesi adat yang sangat khidmat pada Rabu (7/1/2026). Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, memimpin langsung seremoni adat tepung tawar atau Peusijuek serta doa bersama di lokasi jembatan. Tradisi lokal ini bertujuan memohon keselamatan agar setiap pengendara yang melintas nantinya diberikan kelancaran dan dijauhkan dari marabahaya.







