IKNPOS.ID – Iran memperingatkan Amerika Serikat. Peringatan ini muncul menyusul pernyataan keras Presiden AS Donald Trump yang menyebut opsi serangan terhadap Teheran selalu terbuka.
Pemerintah Iran menegaskan mereka tidak mencari perang. Tetapi tidak akan tinggal diam jika kedaulatan negaranya dilanggar.
Ancaman terhadap Iran meningkat seiring desakan Barat agar Teheran menyepakati pembatasan ketat atas program nuklirnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz bahkan menyampaikan pernyataan kontroversial dengan mengatakan bahwa “masa pemerintahan Iran sudah berada di ujung tanduk.”
Tekanan politik ini datang di tengah kondisi ekonomi Iran yang memburuk. Nilai tukar rial dilaporkan anjlok ke level terendah sepanjang sejarah, mencapai 1,6 juta rial per dolar AS, memicu gelombang protes nasional akibat krisis biaya hidup.
Menanggapi ancaman militer tersebut, Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Teheran masih membuka pintu dialog—namun dengan syarat saling menghormati.
“Iran siap berdialog berdasarkan kepentingan bersama. Namun jika tekanan dan ancaman terus berlanjut, kami akan merespons dengan cara yang belum pernah disaksikan sebelumnya,” tulis Misi Iran dalam pernyataan resminya.
Iran juga mengingatkan sejarah keterlibatan militer AS di kawasan Timur Tengah.
“Amerika Serikat telah menghabiskan lebih dari 7 triliun dolar dan kehilangan ribuan nyawa di Afghanistan dan Irak. Kesalahan serupa tak seharusnya diulang,” tegas pernyataan tersebut.
Kapal Induk AS Bergerak, Sinyal Perang Udara
Di lapangan, situasi semakin tegang. Amerika Serikat dilaporkan mengerahkan kapal induk, kapal selam, serta pesawat pengebom jarak jauh ke posisi strategis di kawasan.
Konfigurasi ini dinilai bukan persiapan invasi darat, melainkan skema serangan udara dan laut berskala besar.
Washington menegaskan bahwa semua opsi, termasuk militer, tetap tersedia jika Iran menolak tuntutan mereka.
Tuntutan AS vs Garis Merah Iran
Amerika Serikat menyampaikan sejumlah syarat keras, di antaranya:
- Penghentian total pengayaan nuklir Iran
- Pembatasan jangkauan rudal balistik, terutama yang bisa mencapai Israel
- Penghentian dukungan terhadap kelompok bersenjata regional
Sebaliknya, Iran menyatakan rudal balistik bukan bahan negosiasi dan menolak mentah-mentah pengakuan terhadap Israel. Teheran hanya bersedia melanjutkan pembicaraan terbatas terkait isu nuklir.







